Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Akses Pasar Petani Berbasis Model Kemitraan di Kecamatan Baros Kabupaten Serang Rianzani, Citra; Aliudin, Aliudin; Mulyati, Sri; Mulyaningsih, Asih; Anggraeni, Dian; Pancawati, Juwarin; Sulaeni, Sulaeni; Sariyoga, Setiawan; Budiawati, Yeni; Tresna, Ari; Widiati, Siti; Andi, Andi; Fuad Salam, Anis
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jpkm.v2i3.2320

Abstract

Keterbatasan akses pasar dan lemahnya posisi tawar petani terhadap pedagang pengumpul menjadi permasalahan yang masih dihadapi kelompok tani di Desa Tejamari, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan akses pasar petani melalui penguatan kapasitas manajerial dan fasilitasi model kemitraan agribisnis antara kelompok tani Sederhana II dengan Fans Hydro selaku pemasok produk sayuran ke ritel modern di Kota Serang. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif (Participatory Rural Appraisal/PRA) yang melibatkan 25 petani, perwakilan Fans Hydro, dan perangkat desa setempat. Tahapan kegiatan meliputi pemetaan kondisi awal melalui Focus Group Discussion (FGD), penyuluhan kemitraan agribisnis, fasilitasi pertemuan dan negosiasi antara petani dan Fans Hydro, serta evaluasi kegiatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan mixed methods melalui instrumen pre-test dan post-test serta wawancara mendalam. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 40 poin persentase, dari 38,17% menjadi 78,17%. Minat bermitra meningkat dari 52% menjadi 84%, kepercayaan terhadap sistem kemitraan meningkat dari 40% menjadi 76%, dan keinginan petani untuk menghubungi Fans Hydro pasca kegiatan meningkat dari 35% menjadi 72%. Fans Hydro merekomendasikan penerapan sistem tupang sari kepada petani mitra untuk menjamin kontinuitas pasokan sesuai jadwal pengiriman ke ritel modern. Meskipun demikian, kesiapan petani dalam memenuhi standar kualitas produk ritel modern masih rendah, dari 41% menjadi 45%, sehingga pendampingan teknis pascapanen menjadi agenda tindak lanjut yang diprioritaskan.