Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI SMART VILLAGE MELALUI PELAYANAN PUBLIK DIGITAL BERBASIS SDGs DI DESA MOJOREJO Bisri, Mashur Hasan; Gaol, Indra Devian Lumban; Gamaputra, Gading; Rahmat, Doris
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v5i2.9475

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan sistem pelayanan publik digital berbasis web di tingkat desa, meskipun pelatihan sebelumnya telah meningkatkan kapasitas aparatur. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara peningkatan kompetensi dan keberlanjutan implementasi, khususnya dalam integrasi data, partisipasi masyarakat, dan tata kelola layanan digital. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat implementasi konsep Smart Village melalui optimalisasi pelayanan publik digital berbasis tata kelola kolaboratif guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada aspek kelembagaan yang kuat, transparansi, dan partisipasi inklusif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan identifikasi lanjutan, pengembangan sistem layanan berbasis data, pelatihan lanjutan aparatur desa, serta pendampingan implementasi dan evaluasi berbasis kinerja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemanfaatan website desa sebagai media pelayanan publik dan transparansi informasi, terbentuknya mekanisme partisipasi masyarakat melalui fitur digital, serta tersusunnya standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan sistem yang berkelanjutan. Novelty kegiatan ini terletak pada integrasi antara digitalisasi pelayanan, tata kelola kolaboratif, dan pendekatan berbasis SDGs dalam penguatan Smart Village yang adaptif dan berkelanjutan di tingkat desa.
Dinamika Relasi Suami Istri dalam Kesetaraan Gender pada Masyarakat Budaya Patriarki di Kepulauan Mandangin Kabupaten Sampang Azizah, Rina Nur; Gaol, Indra Devian Lumban; Bisri, Mashur Hasan
Jurnal Publisitas Vol 12 No 2 (2026): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STISIPOL Candradimuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37858/publisitas.v12i2.691

Abstract

Gender is understood as an analytical framework that differentiates the roles of men and women. Patriarchal structures have historically reinforced gender inequality by placing men in control over women. The purpose of this study is based on the phenomenon of gender inequality in the Mandangin Islands, where women are often viewed as second-class. The method used in this study is a qualitative descriptive method. Observations were conducted in the Mandangin Islands and interviews were conducted with village government officials, community leaders, and the Mandangin Islands community. Data analysis techniques used were processing and preparing data for analysis, reading all data, starting with coding all data. From the results of the study, it can be concluded that the social structure in the Mandangin Islands, Sampang Regency, is still dominated by a patriarchal value system that limits women's space for movement. Local culture constructs the role of men as the sole authority holders, which indirectly creates unequal access to economic resources and education for women. Women are considered second-class, this encourages women to be actively involved in productive activities, such as processing seafood. Furthermore, the PEKA (Female Heads of Households) program, in the context of the Mandangin Islands community, has become a crucial turning point, exerting a powerful influence on the deeply rooted patriarchal culture. The research suggests that the government should expand the reach of the PEKA program as a community-based empowerment model integrated with regional policies (Perda) on women's protection. The government should involve religious and community leaders (village heads/heads) in dialogues on gender equality.