Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

UMKM DIGITAL PADA PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PROGRAM EAST JAVA SUPER CORRIDOR (EJSC) DI BAKORWIL IV PAMEKASAN Azizah, Rina Nur; Luaylik, Nur Fathin; Saputri, Erina
Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 14, No 1 (2024): Dinamika Governance - APRIL
Publisher : Universitas of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v14i1.4347

Abstract

Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang luar biasa dari beberapa sektor, termasuk sektor ekonomi di Kabupaten Pamekasan. Terjadinya PHK, pengangguran dan kemiskinan yang mengakibatkan penghasilan menurun sehingga pertumbuhan ekonomi terpuruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui program East Java Super Corridor (EJSC) di Bakorwil IV Pamekasan dalam UMKM digital pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang studi kasusnya di Bakorwil IV Pamekasan. Penelitian ini fokusnya pada UMKM Digital pada Bakorwil IV Pamekasan melalui Program East Java Super Corridor (EJSC). Hasil dari penelitian ini adalah dengan adanya UMKM Digital melalui program East Java Super Corridor (EJSC) di Bakorwil IV Pamekasan masyarakat mulai terbantu dalam meningkatkan kesejahteraan masyrakat. teknologi digital merupakan peluang dalam kemajuan dalam menjalankan usaha dengan memanfaat media sosial seperti aplikasi yang menawarkan berbagai menu pemasaran.
PENERAPAN TEORI HUMANISTIK MODEL ACCELERATED LEARNING MELALUI PENDEKATAN SAVI DALAM PEMBELAJARAN PAI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DI SDN DAYEUHKOLOT 03 Kurniasih, Siti Rohmah; Tarsono, Tarsono; Azizah, Rina Nur; Maulidah, Siti Rohmah; Risydayani, Zakia Ridhatilla
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 7, No 3 (2023): Attadib: Journal of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32507/attadib.v7i3.2437

Abstract

This study aims to analyze the application of the humanistic theory of accreted learning models through the somatic, auditory, visual, and intellectual (SAVI) approach in PAI learning and determine its impact on students' critical thinking skills. This study uses a qualitative descriptive method with data analysis techniques, namely conducting library research and field research, and then reducing, presenting, and verifying the data before drawing conclusions. Based on the results of the research, the application of the humanistic theory of accreted learning models through the somatic, auditory, visual, and intellectual (SAVI) approach is carried out in three stages, namely planning, implementation, and evaluation. The most typical process of applying this theory found by researchers at Darmayanti Cimaung Middle School is the existence of lesson plans that are able to assist educators in carrying out the learning process according to the learning needs of students so that they are in accordance with the expected goals, as well as the existence of socio-emotional learning at the beginning of learning by using the STOP method and reflection activities that further encourage individual self-awareness of various strengths and weaknesses during the learning process to then carry out improvements in the next lesson. In conclusion, the application of the theory of the humanistic model of accelerated learning through the somatic, auditory, visual, and intellectual (SAVI) approach in PAI learning is able to improve students' critical thinking skills, which are characterized by increased fluency, flexibility, originality, and elaboration abilities in studentsTRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian //  TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//   This page is in English Translate to Indonesian    AfrikaansAlbanianAmharicArabicArmenianAzerbaijaniBengaliBulgarianCatalanCroatianCzechDanishDutchEnglishEstonianFinnishFrenchGermanGreekGujaratiHaitian CreoleHebrewHindiHungarianIcelandicIndonesianItalianJapaneseKannadaKazakhKhmerKoreanKurdish (Kurmanji)LaoLatvianLithuanianMalagasyMalayMalayalamMalteseMaoriMarathiMyanmar (Burmese)NepaliNorwegianPashtoPersianPolishPortuguesePunjabiRomanianRussianSamoanSimplified ChineseSlovakSlovenianSpanishSwedishTamilTeluguThaiTraditional ChineseTurkishUkrainianUrduVietnameseWelsh Always translate English to IndonesianPRO Never translate English Never translate www.jurnalfai-uikabogor.org
Pelatihan Meningkatkan Daya Saing Kualitas Kerajinan Gerabah di Desa Sumedangan, Kabupaten Pamekasan Luaylik, Nur Fathin; Azizah, Rina Nur; Fachrizi, Ach. Resa; Firmansyah, Moh Rafli; Wahyuningsih, Tryan Sri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 9 (2023): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i9.434

Abstract

Pengerajin gerabagh di Desa sumedangan, Kaupaten Pamekasan  menghadapi   persaingan pemasaran dan kualitas seperti adanya peralatan rumah tangga berbahan plastik. Media pemasaran   masih tradisional dan menggunakan  satu media sosial yakni facebook. Pengerajin gerabah memasarkan hasil produksi dengan menunggu  tengkulak dari luar Madura. Kondisi ini membuat   pengerajin tidak leluasa menentukan harga jual karena  harga sudah ditentukan tengkulak.Tujuan pengabdian memberikan pembekalan  meningkatkan kualitas gerabah melalui  penggunaan media promosi online dan  label .Metode pengabdian yakni  Kelompok 13 melaksanakan pelatihan pemberian label dan pemasaran online. Tim pengabdian mengundang pengerajin ke Balai Desa Sumedangan untuk  memparktikkan promosi onlne dan pembuatan label. Pengabdian dilaksanakan selama 3 hari  mulai tanggal 9- 11 Agustus 2023. Hasil pengabdian, pengerajin  dominan  sudah berusia sekitar 50 tahun,  antusias mengkuti pelatihan promosi online dan pembuatan label. Kegiatan pengabdian bisa disimpulkan  promosi online bisa dilakukan semua kalangan, jika terjadi  kesulitan maka generasi muda diberdayakan membantu pengerajin senior menerima teknologi dalam meningkatkan kualitas gerabah.
Pemberdayaan UMKM Dalam Memperkuat Stabilitas Ekonomi Desa Ambat Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan Azizah, Rina Nur; Luaylik, Nur Fathin; Aristin, Rini
NGABDIMAS UNIRA Vol 4, No 1 (2024): Pengabdian kepada Masyarakat (Ngabdimas)
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/ngu.v4i1.2294

Abstract

Ambat adalah salah satu Desa di Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan yang memiliki potensi hasil pertanian dan hasil laut karena penduduk Desa Ambat selain bermata pencaharian sebagai petani juga sebagai nelayan mengingat Desa Ambat juga termasuk wilayah pesisir. Hasil produksi yang ada di Desa Ambat adalah krupuk puli, ruang lingkup pemasaran krupuk puli hanya di wilayah Desa Ambat saja sehingga pemasarannya kurang luas. Produksi krupuk puli tidak hanya menyongsong perekonomian si usaha krupuk puli akan tetapi membantu perekonomian masyarakat sekitarnya. Metode yang digunakan dalam pemberdayaan ini adalah dengan memberikan pelatihan tentang bagaimana cara memasarkan krupuk puli supaya dikenal oleh masyarakat kalangan luas, jadi konsumennya tidak hanya masyarakat Desa Ambat saja. Hal yang paling utama adalah meningkatkan sumber daya manusia yang ada, dengan diadakannya sosialisasi atau pelatihan untuk lebih mampu memasarkan hasil produksinya agar dapat memperkuat stabilitas Ekomomi Desa Ambat Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan. Pelatihan tentang bagaimana cara memasarkan krupuk puli di Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan ini diikuti oleh kelompok UMKM yang memiliki usaha olahan krupuk puli. Berdasarkan analisis kebutuhan prioritas utama adalah kelompok yang benar-benar belum mengerti bagaiman cara mengemas krupuk puli supaya nilai jualnya lebih tinggi dibandingkan dengan pengemasan biasa. Dengan adanya pelatihan ini diharakan dapat meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengembangan pengemasan krupuk puli.  
Minimalisasi Ketergantungan Penggunaan Gadget dalam Mengakses Informasi pada Anggota Dasawisma Anggrek 2 Kelurahan Lawangan Daya Kabupaten Pamekasan Luaylik, Nur Fathin; Azizah, Rina Nur
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/crt1cg71

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini yaitu untuk memberikan strategi penanganan tepat   menghadapi ketergantungan  terhadap penggunaan  gadget   dalam mengakses refrensi tertentu sesuai yang diperlukan  para anggota Dasawisma Anggrek 2, kelurahan Lawangan Daya melalui pemanfaatan akses  refersi manual dengan memanfaatkan akses pelayanan Dinas aperpustakaan dan kearsipasn kabupaten pamekasan. Metode pengabdian menggunakan sosialisai mengenai penggunaan aplikasi SIPALAPA dalam mengaksesnreferensi  dengan maksud mengutangi tingkat ketergantungan penggunaan gadget. Kesimpulan dari  kegiatan pengabdian pada masyarkat, tingkat ketergantungan penggunaan Gadget bisa diminimalisir ketika ada alternatif akses refrensi  lainnya yang lebih murah dan dijelaskan cara penggunaannya  dari orang  yang  kompeten di bidangnya sehingga mampu memberikan solusi secara berkelanjutan.
PENERAPAN TEORI HUMANISTIK MODEL ACCELERATED LEARNING MELALUI PENDEKATAN SAVI DALAM PEMBELAJARAN PAI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DI SDN DAYEUHKOLOT 03 Kurniasih, Siti Rohmah; Tarsono, Tarsono; Azizah, Rina Nur; Maulidah, Siti Rohmah; Risydayani, Zakia Ridhatilla
ATTA`DIB Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/at-tadib.v7i3.19497

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teori humanistik model accereted learning melalui pendekatan Somatic, Auditory, Visual, dan Intellectual (SAVI) dalam pem-belajaran PAI, serta untuk mengetahui dampaknya terhadap kemampuan berpikir kritis pe-serta didik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data yaitu dengan melakukan library research dan field research setelah itu reduksi, pen-yajian, lalu verifikasi data dengan cara menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan teori humanistik model accereted learning melalui pendekatan Somatic, Audito-ry, Visual, dan Intellectual (SAVI) dilaksanakan melalui tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Proses yang paling khas dari penerapan teori ini yang ditemukan oleh peneliti di SD Darmayanti Cimaung adalah adanya lesson plan yang mampu membantu pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik sehingga sesuai dengan tujuan yang diharapkan, serta adanya pembelajaran sosio emosional diawal pembelajaran dengan menggunakan metode STOP dan kegiatan refleksi yang lebih menekankan kepada kesadaran diri individu atas berbagai kekurangan dan kelebihan selama proses pembelajaran, untuk kemudian dilaksanakan perbaikan pada pembelajaran berikutnya. Kesimpulannya penerapan teori humanistik model accereted learning melalui pendekatan Somatic, Auditory, Visual, dan Intellectual (SAVI) dalam pembelajaran PAI mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik yang ditandai dengan meningkatnya kemampuan fluency, flexibility, originality dan elaboration pada peserta didik.
POLA PENANGANAN KASUS PERCERAIAN DI KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG Azizah, Rina Nur
Aspirasi: Jurnal Ilmiah Administrasi Negara Vol 2, No 1 (2017): JURNAL ASPIRASI FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/aspirasi.v2i1.131

Abstract

The marriage of a great event in the life of a human being between a man and a woman to live together concerning the bond as husband and wife with the aim of forming a family (household) were happy and conserved in order to worship and bertaqarrub Ilallah and follow the Sunnah of Rasul's to bring up a happy home prosperous, sakinah, mawaddah, warahmah institutions to create good human generation, which is blessed by Allah SWT.This research was motivated by the occurrence of divorce cases in the Office of Religious Affairs Ngunut Tulungagung subdistrict, how the pattern of handling divorce cases in the District Office of Religious Affairs Ngunut well as factors that support and hinder handling divorce cases in the Office of Religious Affairs Ngunut Tulungagung subdistrict.The method used is descriptive research with a qualitative approach where the focus of research conducted at the Office of Religious Affairs District of Ngunut Tulungagung which has been mentioned in the Marriage Act that divorce can only be done in the Religious Court after the court concerned to try and not succeed reconcile the two sides.The results of research in the can is, the pattern of handling divorce cases in order to improve public services which include registration of marriages, Adviser husband and wife who were at loggerheads conducted by BP4 (Advisory Board, Marriage, Dispute and Divorce) as well as recording a pledge of divorce and break up divorce dap at said handling quite well when based on fewer and fewer complaints from the public regarding the service delivered to KUA Ngunut Tulungagung subdistrict.PPN officer can only monitor and record the marriage as well as informing refer only, while the process of divorce and accountable only to do a hearing of the Religious Court.Factors that become an obstacle in handling divorce cases is the lack of public understanding about the rules and regulations, especially laws on marriage.
PEMBERDAYAAN SEKTOR USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) PADA MASYARAKAT PESISIR DI DESA PANGARENGAN KECAMATAN PANGARENGAN KABUPATEN SAMPANG Mawaddah, Zahrotul; Azizah, Rina Nur; Suroso, Rahmat Kurniadi
Aspirasi: Jurnal Ilmiah Administrasi Negara Vol 5, No 1 (2024): Aspirasi: Jurnal Ilmiah Administrasi Negara
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/aspirasi.v5i1.2584

Abstract

Pemberdayaan UMKM adalah suatu badan usaha yang merupakan salah satu wadah dan wahana yang sesuai bagi pelaksanaan pembangunan nasional dibidang perekonomian terutama dalam bidang usaha peningkatan kemampuan yang lebih besar bagi golongan ekonomi lemah untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan. Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yaitu dalam hal meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Usaha Kecil dan Menengah (UKM) merupakan kegiatan usaha yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja, memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat, dan dapat berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat. Selain itu, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah adalah salah satu pilar utama ekonomi nasional yang harus memperoleh kesempatan utama, dukungan, perlindungan dan pengembangan seluas-luasnya sebagai wujud keberpihakan yang tegas kepada kelompok usaha ekonomi rakyat. Pemberdayaan masyarakat dilakukan di Desa Pangarengan yaitu pengembangan usaha UMKM yang mencakup usaha pembuatan Abon geragu dan Bumbu tabur geragu bumbu dasarnya udan geragu, sabun dan toner bahan dasarnya garam. Namun kendala yang dihadapi yaitu kurangnya permasalahan pemasaran produk dan manajemen usaha. Secara umum Desa Pangarengan memiliki luas wilayah 805,15 Ha pada tahun 2019, tercatat jumlah penduduk di Desa Pangarengan 4.242 orang, dengan jumlah kepala keluarga sebesar 1.388 kk dan jumlah usia produktif 731 jiwa. Dengan demikian, penelitian ini pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis proses pemberdayaan masyarakat Desa Pengarengan, termasuk hambatan-hambatan yang dihadapi. Dari hasil analisis ini diharapkan mampu menghasilkan rekomentasi perbaikan atas permasalahan tersebut. Pemberdayaan Sektor UMKM Masyarakat Pesisir di Desa Pangarengan Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang sudah berjalan cukup baik, dan cukup mampu mengatasi masyarakat miskin dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Memperkuat potensi masyarakat (enabling): menciptakan suatu iklim yang dapat mendorong,memotivasi, dan membangkitkan kesadaran dalam memaksimalkan pemanfaatan sumberdaya dalam upaya mengembangkan potensi yang ada melalui sosialisasi yang dilakukan oleh aparatur Desa untuk memotivasikan dan mendorong para pelaku usaha ataupun individu yang belum memiliki usaha untuk mengembangkan usaha mereka dengan memanfaatkan potensi yang ada. Memperkuat potensi masyarakat (empowering): Proses pemberdayaan masyarakat yang meningkatkan kapasitas dengan memperkuat potensi yang dimiliki untuk membuka akses pada peluang dan penyedian berbagai masukan yang berkaitan dengan pasar. Memberikan perlindungan kepada kegiatan ekonomi (protecting): Melindungi kepentingan dengan mengembangkan sistem yang diarahkan untuk mencegah persaingan yang tidak seimbang dan berguna sebagai perlindungan bagi masyarakat.
PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DI WILAYAH PESISIR MELALUI KEUANGAN MIKRO Azizah, Rina Nur
Aspirasi: Jurnal Ilmiah Administrasi Negara Vol 3, No 2 (2018): JURNAL ASPIRASI AGUSTUS 2018
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/aspirasi.v3i2.470

Abstract

Pemberdayaan adalah kemampuan untuk mengelola sebuah nilai yang ada pada diri sumberdaya manusia baik secara kelompok maupun secara individu yang bertujuan agar mampu bergerak sesuai dengan keinginan. Sedangkan pemberdayaan perempuan dalam lingkup mikro merupakan langkah-langkah yang diambil untuk memperoleh nilai tambah yang berguna bagi diri manusia. Perkembangan peradaban saat ini tumbuh dalam lingkup budaya dan ideologi praktis sehingga meninggalkan dampak negatif diberbagai aspek kehidupan dan struktur masyarakat serta telah menciptakan ketimpangan gender. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah pusat maupun daerah agar setiap elemen masyarakat mampu diberdayakan sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada, namun upaya tersebut tidak berjalan dengan mulus, sehingga setiap diadakanya program yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, seolah menjadi program yang secara normatif yang mampu disikapi dengan minim. Pada kenyataanya tingkat kemampuan masyarakat di belum tercapai, bahkan pada sisi lain pemberdayaan perempuan merupakan tolok ukur keberhasilan program yang secara kuantitatif mampu memenuhi harapan dari pemerintah pusat. Pemberdayaan perempuan adalah model konsep dalam meningkatkan hubungan dan mengurangi ketidaksetaraan gender karena pemberdayaan memberikan kekuatan kepada orang-orang yang dominasi dan memberikan saran untuk mengurangi kekuatan dan melakukan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. Keuangan mikro adalah salah satu yang paling efektif untuk memberdayakan dan meningkatkan jiwa kehidupan masyarakat, program ini sesuai untuk memberdayakan perempuan dan mengurangi angka kemiskinan. Istilah mikro merujuk sangat kecil dan keuangan artinya adalah mengelola uang.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM) PENGOLAHAN SERBUK DARI TANAMAN HERBAL OLEH DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN SAMPANG Desiyanti, Riza; Azizah, Rina Nur; Basyarahil, Abu Bakar
Aspirasi: Jurnal Ilmiah Administrasi Negara Vol 5, No 1 (2024): Aspirasi: Jurnal Ilmiah Administrasi Negara
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/aspirasi.v5i1.2575

Abstract

Pemberdayaan masyarakat adalah proses pembangunan yang memungkinkan masyarakat untuk memimpin dalam memulai proses kegiatan sosial dan memperbaiki situasi dan kondisi mereka. Industri Kecil Menengah (IKM) memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Dalam pertumbuhan ekonomi nasional, IKM yang merupakan bagian dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dinilai mampu berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi pengangguran. Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagang Kec. Sampang berperan penting dalam memberdayakan para pelaku IKM. Pemberdayaan dalam mengembangkan IKM yaitu dengan mengadakan penyuluhan, seminar serta pelatihan guna untuk memberikan motivasi serta wawasan kepada para pelaku pendiri IKM. Dilihat dari kenyataannya Diskopindag belum bisa menjalankan perannya, karena masih banyak para pelaku IKM yang belum menemukan kemampuannya dalam memberdayakan IKM dilihat dari banyaknya IKM yang sudah tidak aktif. Indikator teori dalam penelitian ini mengacu pada pendapat Pranaka dan Priyono (1996) dimana terdapat Fase Inisial, Fase Partisipatoris dan diantaranya terdapat beberapa indikator di dalamnya yaitu Pelatihan, Penyuluhan, Kebijakan, Keterlibatan Masyarakat Dalam Setiap Program, Antusias Masyarakat Dalam Program Pemberdayaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Miles dan Huberman (2017) terdapat 4 model interaktif yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil dari penelitian dari indikator tersebut adalah pemberdayaan masyarakat oleh Diskopindag masih belum terlaksana karena masih banyak para pelaku IKM yang belum menemukan kemampuannya dalam memberdayakan IKM dilihat dari banyaknya IKM yang sudah tidak aktif.