Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar membutuhkan kesiapan pedagogik, kemampuan kolaborasi, serta pemahaman kurikulum yang baik dari seluruh pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kolaborasi antara guru pemula dan guru senior dapat mengoptimalkan implementasi Kurikulum Merdeka, serta menganalisis kontribusi masing-masing dalam perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan guru pemula, guru senior, dan kepala sekolah melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi lintas generasi terbangun secara natural dalam kegiatan penyusunan modul ajar, perencanaan projek P5, pemanfaatan media digital, serta penguatan manajemen kelas. Guru pemula berperan memperkaya inovasi digital, kreativitas media, dan diferensiasi kegiatan belajar, sementara guru senior memperkuat ketepatan pedagogik, pemilihan strategi kelas, dan pemahaman karakter siswa. Sinergi keduanya terbukti meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran, efektivitas praktik di kelas, dan konsistensi refleksi pembelajaran. Kesimpulannya, kolaborasi guru pemula dan guru senior menjadi strategi yang mampu mempercepat dan mengefektifkan implementasi Kurikulum Merdeka, sekaligus memperkuat budaya profesional dan pengembangan kapasitas guru secara berkelanjutan.