Intensitas konflik dapat ditemui pada setiap organisasi, intensitas konflik yang tinggi dianggap dapat merusak tatanan suatu organisasi sehingga organisasi dapat menggalami kemunduran salah satunya pada lembaga pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi self-efficacy dan kecerdasan emosional terhadap intensitas konflik guru yang dimoderating oleh motivasi pada MTs Swasta di Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 80 orang dengan total sampel berjumlah 66 orang. Analisis data yang digunankan yaitu Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat kontribusi negatif self-efficacy (X1) terhadap Intensitas Konflik (Y) yang dimoderating oleh motivasi (Z) sebesar 6,1%, pada pengujian ini variabel motivasi menjadi variabel moderating. Dan terdapat kontribusi negatif kecerdasan emosional (X2) terhadap intensitas konflik (Y) yang dimoderating oleh motivasi (Z) sebesar 9,5%, pada pengujian ini variabel motivasi (Z) tidak menjadi variabel moderating. Sedangkan secara bersama-sama atau simultan terdapat kontribusi negatif variabel self-efficacy (X1) dan kecerdasan emosional (X2) terhadap intensitas konflik (Y) yang dimoderating oleh motivasi (Z) sebesar 13,9%, pada pengujian ini variabel motivasi (Z) menjadi variabel moderating
Copyrights © 2018