Pelecehan seksual di lingkungan sekolah melalui perspektif feminisme, dengan fokus pada norma gender dan peran sosial yang mempengaruhi dinamika antara guru dan pelajar. Penelitian ini menyoroti bagaimana ketidaksetaraan gender dan struktur kekuasaan yang ada berkontribusi pada terjadinya pelecehan seksual. Penggunaan Metode untuk penelitian ini yakni pendekatan kualitatif dengan studi literatur untuk menganalisis pelecehan seksual di sekolah melalui lensa feminisme. Metode ini memungkinkan kami untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang pengalaman individu terkait pelecehan seksual di lingkungan sekolah serta bagaimana feminisme dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam terhadap masalah ini. Ditemukan bahwa ketidaksetaraan dalam respons terhadap pelecehan sering kali memperparah dampak pada korban, terutama karena kurangnya pemahaman dan dukungan yang memadai dari pihak sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pentingnya pendekatan berbasis feminisme dalam memahami dan menangani pelecehan seksual di sekolah, serta perlunya reformasi kebijakan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan setara bagi semua pihak. Perlunya kesadaran kritis dan tindakan kolektif untuk mengatasi akar penyebab ketidaksetaraan gender dan kekerasan seksual di institusi pendidikan.
Copyrights © 2024