Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA
Vol. 8 No. 2 (2024): Vol 8, No 2 (2024)

Workshop Penyusunan Instructional Design Berbasis Context Untuk Mengoptimalkan Kompetensi Pedagogi Dan Profesional Guru Ipa Di Era Society 5.0

Hastuti, Purwanti Widhy (Unknown)
Wilujeng, Insih (Unknown)
Anjarsari, Putri (Unknown)
Anantanukulwong, Roseleena (Unknown)
Tyas, Rizki Arumning (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Aug 2024

Abstract

Banyak tantangan yang akan dihadapi di era society 5.0, salah satunya adalah di bidang pendidikan yang berkaitan dengan sumber daya manusia. Guru harus melek teknologi untuk mengembangkan proses pembelajaran yang terus mengaktifkan siswa untuk melatih keterampilan yang dibutuhkan di era society 5.0 dan mengintegrasikan sumber belajar yang mengedepankan sumber belajar yang ada di sekitar siswa. Oleh karena itu, guru IPA dituntut untuk mengemas pembelajaran agar dapat mengikuti hakikat pembelajaran IPA dengan tidak mengesampingkan ketercapaian pembelajaran yang sesuai dengan hakikat IPA. Dalam pembelajaran, guru harus memberikan pengalaman belajar kontekstual yang bermakna bagi siswa. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan pembelajaran yang membantu siswa memahami materi ajar dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari atau yang lebih dikenal dengan pembelajaran berbasis konteks. Workshop ini merupakan diseminasi hasil penelitian tim pengabdian mengenai penerapan produk penelitian tentang pembelajaran berbasis konteks dalam pembelajaran IPA. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru di era society 5.0. Kegiatan yang dilakukan adalah mendiseminasikan hasil penelitian tim pengabdian tentang pengembangan perangkat berbasis konteks, meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan desain pembelajaran khususnya yang berbasis konteks dan mengintegrasikan teknologi, serta membantu guru menganalisis kebutuhan untuk merancang pembelajaran berbasis konteks.  Kegiatan PPM dilakukan melalui tutorial (tatap muka virtual), workshop, penugasan terstruktur, dan konsultasi. Penugasan terstruktur, yaitu penyusunan Desain Instruksional Berbasis Konteks yang mengintegrasikan sumber belajar kontekstual pada mata pelajaran IPA. Konsultasi tugas, yaitu konsultasi yang dilakukan melalui email/WA/HP terutama bagi peserta pelatihan yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas terstruktur dan kegiatan evaluasi melalui angket, observasi, dan pendampingan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa guru-guru IPA SMP di Kabupaten Sleman Yogyakarta memiliki kompetensi pedagogik dan profesional dalam menyusun Desain Instruksional Berbasis Konteks dalam pembelajaran IPA. Selain itu, hasil kegiatan workshop menjadi bahan kajian, jurnal, atau referensi dalam kegiatan workshop serupa.

Copyrights © 2024