Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Vol. 7 No. 1 (2024)

Analisis Jalur: Gangguan Fungsi Nefron Tikus (Rattus Norvegicus) Akibat Mengkonsumsi Partikel Mikroplastik Polietilena: Pathway Analysis: Disorders of Nephron Function in Rats (Rattus Norvegicus) Due to Intake of Polyethylene Microplastic Particles

Yudhiakuari Sincihu (Fakultas Kedokteran, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya)
Mujib Hannan (Universitas Wiraraja)
Niluh Suwasanti (Fakultas Kedokteran, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya)
Laura Wihanto (Fakultas Kedokteran, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya)
Nita Kurniawati (Fakultas Kedokteran, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya)
Dewa Ayu Liona Dewi (Fakultas Kedokteran, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya)
Steven (Fakultas Kedokteran, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya)
Sianty Dewi (Fakultas Kedokteran, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya)
Ari Christy Mulyono (Fakultas Kedokteran, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya)
Irene Lingkan Parengkuan (Fakultas Kedokteran, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya)
Henry Ricardo Handoyo (Fakultas Kedokteran, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya)
FX Himawan Jong (Fakultas Kedokteran, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya)
Andre Young (Fakultas Kedokteran, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya)
Alvin Julian (Fakultas Kedokteran, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya)
Angeline Rivia Simanjuntak (Fakultas Kedokteran, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya)
Marion Florentia (Fakultas Kedokteran, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya)



Article Info

Publish Date
02 Jan 2024

Abstract

Latar belakang: Pencemaran plastik menjadi isu kesehatan saat ini. Partikel plastik berukuran mikron (MPs) dapat mengganggu kesehatan karena terkonsumsi secara tidak sengaja oleh mahluk hidup dan masuk kedalam rantai makanan manusia. Polietilena salah satu polimer plastik yang banyak mengkontaminasi makanan manusia. Partikel plastik yang terabsorbsi akan mengalami persisten dan bioakumulasi dalam darah. Partikel ini mengandung bahan toksik sehingga menimbulkan reaksi oksidasi pada komponen biologi, salah satunya low-density lipoprotein (LDL). Ox-LDL menyebabkan kerusakan pertahanan nefron sehingga memicu kaskade kerusakan. Indikator kerusakan fungsi nefron ginjal berupa serum albumin, blood urea nitrogen, dan serum kreatinin. Tujuan: Menjelaskan mekanisme gangguan fungsi nefron akibat mengkonsumsi partikel MPs polietilena. Metode: Penelitian eksperimental murni pada 42 ekor tikus (Rattus norvegicus) yang dikelompok secara random menjadi 6 kelompok. Desain penelitian adalah post-test only control group. Dosis paparan yakni 0mg; 0,0375mg; 0,075mg; 0,15mg, 0,3mg, 0,6mg partikel MPs per hari diberikan secara berurutan pada setiap kelompok. Pemberian bahan MPs menggunakan sonde oral selama 90 hari. Data di analisis menggunakan program Smart-PLS untuk membuat model mekanisme gangguan fungsi nefron akibat mengkonsumsi partikel MPs. Hasil: Paparan peroral partikel MPs pada tikus secara signifikan meningkatkan kadar partikel MPs dalam darah dan Ox-LDL darah. Keberadaan MPs dalam darah juga akan meningkatkan Ox-LDL darah, selain itu menurunkan kadar serum albumin, meningkatkan kadar blood urea nitrogen dan serum kreatinin darah. Sedangkan peningkatan Ox-LDL hanya berkontribusi terhadap terjadinya penurunan kadar serum albumin dan peningkatan kadar blood urea nitrogen darah (semua nilai T-stat > 1,96). Kesimpulan: Mengkonsumsi partikel MPs dapat menyebabkan gangguan fungsi nefron pada tikus.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

MPPKI

Publisher

Subject

Public Health

Description

Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) periodic scientific journal that is published by Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu. with ISSN Number: 2597-6052 (Online - Electronic). This journal accepts scientific papers in the form of research articles and review ...