Artikel ini berjudul Upacara Adat Mangongkal Holi Etnik Batak Toba : Kajian Semiotika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan teori semiotika yang dikemukakan oleh Charles Sander Peirce. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif berlokasi di Desa Parhabinsaran Janji Matogu, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba. Hasil penelitian upacara adat mangongkal holi menjadi 3 tahapan. Tahapan pertama yaitu pra upacara adat mangongkal holi terbagi menjadi dua acara yaitu manopot angka hula-hula ni si ongkalon (menjumpai para marga dari pihak istri yang akan digali) dan martonggo raja (musyawarah tokoh adat Batak). Tahap kedua yaitu pelaksanaan mangongkal holi, terbagi dua acara yaitu acara penggalian tulang belulang (mangongkal holi), mata ni horja (pesta adat). Tahap ketiga, pasca mangongkal holi terbagi dua acara menguburkan kembali dan manambak (pesta tambak). Ada 25 simbol-simbol : Pinahan Lobu, Dekke Sitio-tio, Tambak : tugu, Gorga Simata Ni Ari, Gorga Ipon-Ipon, Gorga Gaja Dompak, Gorga Sompi-sompi, Ulos Ragidup, Gorga Jogia, Gorga Batu Assimun, Gorga Sigumang, Gorga Pinarhalak Boru, Gorga Pinarhalak Bawa, Gorga Lipan-Lipan, Ulos Sadum Panoropi, Uang, Air jeruk purut dan Kunyit, Ruma-ruma : Peti kecil, Demban Tiar, Sortali Boru, Sortali Bawa, Kerbau, Somba Marhula-Hula, Elek Marboru, Manat Mardongan Tubu
Copyrights © 2024