Kerangka pembelajaran abad ke-21 menekankan pengembangan pemikiran kritis, koneksi konsep ilmiah dengan kehidupan nyata, penguasaan teknologi informasi, dan kolaborasi efektif. Namun, kendala pembelajaran IPA seperti rendahnya keterampilan dalam berpikir kritis, aktivitas belajar, dan hasil belajar siswa akibat metode satu arah dan minimnya keterlibatan siswa masih sering terjadi. Model ARNA, yang menggabungkan Problem Based Learning, Numbered Head Together, dan Team Games Tournament, diusulkan untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam empat pertemuan dengan subjek siswa kelas VB SDN Telawang 3 Banjarmasin. Data kualitatif diperoleh dari observasi, sedangkan data kuantitatif dari tes tertulis, kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan: aktivitas guru dari skor 35 menjadi 47 ("Sangat Baik"), aktivitas siswa dari 52% menjadi 90% ("Sangat Aktif"), keterampilan berpikir kritis siswa dari 48% menjadi 86% ("Sangat Terampil"), hasil belajar kognitif dari 43% menjadi 86%, afektif dari 48% menjadi 90%, dan psikomotorik dari 43% menjadi 90%. Kesimpulannya, model ARNA efektif meningkatkan kualitas pembelajaran dan dapat menjadi referensi bagi kepala sekolah, guru, siswa, dan peneliti lain.
Copyrights © 2024