Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen otonomi pendidikan Islam di MTs Darunnajah Kabupaten Kerinci dengan menggunakan metode penelitian evaluasi. Pendidikan Islam yang diterapkan di lembaga ini berupaya untuk menciptakan sistem yang mandiri dan berkualitas melalui otonomi yang diberikan pada pengelolaan kurikulum, sumber daya, serta kebijakan pendidikan. Namun, tantangan yang dihadapi dalam implementasinya perlu dievaluasi agar dapat meningkatkan efektivitas dan kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product), yang mencakup analisis konteks kebijakan otonomi, sumber daya yang tersedia, proses manajerial yang dilakukan, serta produk atau hasil yang dicapai oleh lembaga pendidikan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen otonomi pendidikan Islam di MTs Darunnajah Kabupaten Kerinci sudah berjalan cukup baik, namun masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki, terutama dalam hal pembiayaan, pelatihan tenaga pengajar, serta evaluasi pembelajaran yang lebih sistematis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang konstruktif bagi pengembangan manajemen pendidikan Islam di lembaga serupa, dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. This research aims to facilitate the autonomous management of Islamic education at MTs Darunnajah, Kerinci Regency using evaluation research methods. The Islamic education implemented at this institution seeks to create an independent and quality system through the autonomy given to the management of curriculum, resources and educational policies. However, the challenges faced in its implementation need to be evaluated in order to improve the effectiveness and quality of education. This research uses the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation approach, which includes analysis of the autonomy policy context, available resources, managerial processes carried out, as well as the products or results achieved by educational institutions. Data was collected through interviews, observation and documentation, which was then analyzed descriptively. The results of the research show that the autonomous management of Islamic education at MTs Darunnajah, Kerinci Regency has gone quite well, but there are still several aspects that need to be improved, especially in terms of financing, teaching staff training, and more systematic learning evaluation. It is hoped that this research can provide constructive recommendations for the development of Islamic education management in similar institutions, with the aim of improving the overall quality of education.
Copyrights © 2025