Latar belakang: Fisioterapi adalah layanan kesehatan yang berfokus pada pengembangan, pemeliharaan, dan pemulihan fungsi tubuh, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 65 Tahun 2015. Penelitian ini mengevaluasi implementasi kebijakan pengembangan program fisioterapi di Pusat Rehabilitasi Medis Rumah Sakit Sultan Iskandar Muda, Nagan Raya, menggunakan kerangka implementasi kebijakan George C. Edward III. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan wawancara terfokus, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari enam orang, yaitu Kepala Instalasi Fisioterapi, tiga perwakilan divisi (Pediatri, Neuromuskular, Muskuloskeletal), dan dua pasien. Data dikumpulkan pada April 2024 menggunakan teknik snowball sampling, dianalisis secara naratif, dan diverifikasi melalui triangulasi. Hasil: Keterbatasan utama ditemukan pada sarana dan prasarana, terutama di Divisi Pediatri. Beberapa alat rusak atau tidak tersedia, tetapi kendala tersebut diatasi melalui terapi manual. Tenaga fisioterapi dinilai kompeten, dengan pelatihan rutin yang mendukung spesialisasi divisi. Perekrutan ASN baru pada 2024 meningkatkan sumber daya manusia, memperkuat layanan fisioterapi. Pasien melaporkan kepuasan tinggi terhadap pelayanan, menyebutkan manfaat signifikan pada proses penyembuhan.
Copyrights © 2024