Luka merupakan keadaan hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh yang dapat disebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul, perubahan suhu, zat kimia, ledakan, sengatan listrik, atau gigitan serangga. Menurut WHO pada tahun 2018, Luka bakar adalah masalah kesehatan masyarakat global, yang menyebabkan sekitar 180.000 kematian setiap tahunnya. Kulit udang vannamei diketahui mengandung chitosan yang berpotensi dapat meningkatkan penyembuhan luka bakar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian gel chitosan dari ekstrak kulit udang selama 7 hari secara topikal terhadap angiogenesis pada tikus jantan galur Wistar dengan luka bakar derajat II. Desain penelitian ini yang dilakukan di Laboratorium Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya. rancangan penelitian ini adalah Post Test Only Control Group Design. Sampel yang digunakan adalah 18 ekor tikus jantan galur Wistar yang dibagi menjadi dua kelompok ; kelompok pertama, luka hanya dibiarkan sebagai kelompok kontrol. Kelompok kedua diberi gel chitosan dari ekstrak kulit udang secara topikal sebagai kelompok perlakuan, kemudian hari ke-8 tikus diambil jaringan kulitnya kemudian dibuat preparat histopatologi di Universitas Hang Tuah Surabaya. Tahap terakhir penelitian, dilakukan perhitungan jumlah angiogenesis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik t dua sampel bebas. Hasil rerata jumlah angiogenesis pada kelompok kontrol sebanyak 3,83, pada kelompok perlakuan 6,72. Uji statistika uji t dua sampel bebas didapatkan hasil sebesar 0.001 (<0.05). Penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh pemberian gel chitosan dari ekstrak kulit udang vannamei (litopenaeus vannamei) terhadap angiogenesis pada tikus jantan (rattus norvegicus) galur wistar dengan luka bakar derajat II.
Copyrights © 2025