Pendidikan inklusi di Indonesia telah diterapkan untuk memastikan hak pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti stigma sosial, keterbatasan fasilitas, dan kurangnya keterlibatan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam efektivitas pendidikan serta hambatan yang dihadapi dalam mendukung perkembangan anak berkebutuhan khusus. Dengan menggunakan metode studi pustaka dan pendekatan interpretatif, penelitian ini mengungkap bahwa orang tua memiliki peran krusial sebagai pendamping utama, advokat, serta fasilitator dalam perkembangan akademik dan sosial anak. Kurangnya kesadaran dan kesiapan orang tua sering kali menjadi faktor penghambat keberhasilan pendidikan inklusi. Oleh sebabnya, peningkatan pemahaman serta kerja sama antara orang tua, sekolah, dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan mendukung.
Copyrights © 2025