Penelitian ini dilatarbelakangi oleh putusan dari Menteri Agama Republik Indonesia yang telah membuat suatu gerakan Magrib Mengaji untuk menghadapi kekhawatiran pemerintah terhadap kemerosotan umat yang kini telah dirasakan terutama kepada anak-anak penerus bangsa, mengingat pelajaran agama disekolah sangat terbatas. Sehingga apakah kegiatan Magrib Mengaji ini dapat membantu mengembangkan prestasi belajar siswa di bidang keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan penelitian kuantitatif dan analisis regresi linear sederhana. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 103 Coblong. Teknik Penelitian pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan pengambilan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Sebanyak 38 orang dengan prosentase 46,7% mengikuti kegiatan magrib mengaji dengan sangat baik, dan sebanyak 40 orang dengan prosentase 49,4% mengikuti kegiatan magrib mengaji dengan kategori sedang, sedangkan 3 orang dengan prosentase 3,7% memiliki kategori rendah terhadap kegiatan magrib mengaji. 2) Siswa yang berjumlah 21 orang (27%) memiliki prestasi belajar pada aspek kognitif dengan kategori rendah, sedangkan 45 orang atau 57% dengan kategori sedang, dan 10 orang atau 12,3% memiliki prestasi belajar bidang kognitif dengan kategori sangat baik. 3) Pada aspek Afektif 23 Orang atau 28,4% dengan kategori baik, sedangkan 58 orang atau 71,6% dalam kategori sangat baik. 4) Pada aspek Psikomotorik sebanyak 21 orang atau 27 % tingkat prestasi rendah, sedangkan 45 orang atau 57 % dengan kategori sedang, dan 10 siswa atau 12,3 % dengan kategori sangat baik. 5) Ada pengaruh yang signifikan antara kegiatan magrib mengaji terhadap prestasi belajar PAI dan Budi Pekerti, hal ini berdasarkan dengan hasil perhitungan yang menunjukan bahwa nilai signifikansi 0,000. Oleh karena probabilitas (0,000) kurang dari 0,5 maka hipotesis alternatif (Ha) di terima. 0,000.
Copyrights © 2024