Tulisan ini menjelaskan tentang pelatihan retorika dakwah bagi santri di Pesantren Subulussalam Plosokandang Tulungagung Jawa Timur yang berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, yaitu meningkatkan keterampilan dan kemampuan santri dalam menyampaikan pesan dakwah, gagasan, maupun ide dengan baik dan efektif. Peningkatan ini nampak dibanding dari keadaan sebelumnya yang belum baik dan maksimal. Dengan metode deskriptif, tulisan ini menjelaskan bagaimana melalui pendekatan partisipatif, metode pelatihan praktis, dan pendampingan intensif, program pelatihan ini meningkatkan pengetahuan kognitif santri tentang teori dakwah dan melakukan perbaikan-perbaikan terhadap kekurangan-kekurangan yang selama ini ada. Dengan masukan-masukan selama pendampingan, para santri memperbaiki praktik khitobah yang selama ini kurang baik dan kurang maksimal menjadi lebih baik, efektif dan maksimal. Pada akhirnya, tulisan ini menemukan bahwa hasil pelatihan dari PKM ini menjadi model bagi pimpinan pesantren, musyrif-musyrifah dan pengurus dalam melakukan evaluasi praktek khitobah. Selanjutnya pola pendampingan ini dapat diberlakukan seterusnya bagi santri atau peserta khitobah yang belum tersentuh pendampingan karena terbatasnya waktu pendampingan.
Copyrights © 2025