balarea
Vol. 1 No. 1 (2022): Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat

EDUCATIONAL KIT PENCEGAHAN STUNTING DI MASA COVID-19 DI DESA MULYASARI KECAMATAN TAMANSARI WILAYAH KERJA PKM TAMANSARI

Neni Nuraeni (Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya)
Hani Handayani (Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya)
Asep Setiawan (Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya)
Neni Sholihat (Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya)
Ali Firdaus (Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya)
Ayu Yulia (Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya)
Deba Yasa Zakiah (Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya)
Desi Mulyani (Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya)



Article Info

Publish Date
24 Aug 2022

Abstract

Di Indonesia kejadian stunting masih fluktuatif setiap tahunnya, prevalensi stunting mengalami penuruan dan juga kenaikan. Ini terbukti dari hasil data Riskesdas tahun 2007 (36%), 2010 (35%), 2013 (37,2%), 2015 (29%) (Kemenkes, 2016). Sedangkan tahun 2018 prevelensi stunting mengalami kenaikan kembali yaitu 30,8 % data ini menunjukkan bahwa prevelensi stunting masih diatas target yang ingin dicapai oleh nasional, karena prevalensi stunting di Indonesia tahun 2018 pada anak dibawah usia 5 tahun yang berjenis kelamin laki-laki sering terjadi pada usia 12-35 bulan dengan prevalensi 41,2% pada usia 12-23 bulan dan 43% usia 24-35 bulan. (Riskesdas, 2018). Direktorat Gizi Masyarakat Kemenkes RI (2018) menunjukkan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 prevalensi stunting pada balita di Jawa Barat berjumlah 29,6% yaitu sebanyak 9,8% mempunyai status gizi sangat pendek dan 19,8% pendek. Data dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya 2018 menunjukkan angka stunting di Kota Tasikmalaya berjumlah 5.290 kasus yang tersebar di 21 Puskesmas. Upaya pencegahan stunting merupakan prioritas nasional pemerintah Indonesia. Stunting merupakan salah satu target Sustainable Development Goals (SDGs) yang termasuk pada tujuan pembangunan berkelanjutan ke-2 yaitu menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi pada tahun 2030 serta mencapai ketahanan pangan. Program prioritas dalam pencegahan stunting meliputi percepatan pengurangan kemiskinan, peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi masyarakat, pemerataan layana pendidikan berkualitas, peningkatan akses terhadap perumahan dan pemukiman layak, serta peningkatan tata kelola layanan dasar (Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, 2017)

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

balarea

Publisher

Subject

Humanities Education Health Professions Nursing Public Health

Description

Balarea adalah jurnal pengabdian masyarakat yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Dengan hadirnya Jurnal ini, diharapkan akan menjadi sarana publikasi ilmiah bagi dosen, mahasiswa, dan pakar kesehatan dengan scope kegiatan-kegiatan dengan tema pengabdian ...