Penelitian ini dilatar belakangi oleh anak yang masih belum bisa berbicara dengan lancar. Oleh karena itu diperlukan stimulus dalam perkembangan kemampuan berbicara. Pada penelitian ini mengeksplorasi implementasi media puzzle dalam meningkatkan keterampilan berbicara anak. Media puzzle dipilih karena memiliki potensi untuk merangsang minat dan perhatian anak-anak serta mendorong mereka untuk berbicara dan berinteraksi. Dengan kemampuan berbicara, anak akan menjadi pendengar yang baik dan pembicara yang baik, hal ini dapat dilihat pada saat anak menjawab pertanyaan, dan mendengar penjelasan guru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode PTK. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I siswa yang telah mencapai KKM ada 14 siswa dengan persentase 63% dan 8 siswa dengan persentase 36% tidak mencapai nilai KKM. Pada siklus II siswa yang mencapai nilai KKM meningkat menjadi 21 siswa dengan persentase 95% dan 1 siswa dengan persentase 5% tidak mencapai nilai KKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media puzzle secara signifikan meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
Copyrights © 2024