Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan numerasi siswa kelas V UPTD SD Negeri 3 Bakam dalam konteks Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) serta mengkaitkannya dengan perspektif Teori Sosial Kognitif yang dikembangkan oleh Albert Bandura. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menunjukkan kemampuan numerasi yang rendah, khususnya dalam menyelesaikan soal berbasis konteks kehidupan sehari-hari. Rendahnya hasil tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh keterbatasan akademik, tetapi juga oleh rendahnya motivasi, kepercayaan diri (self-efficacy), keterlibatan orang tua, serta kurangnya variasi metode pembelajaran dari guru. Berdasarkan Teori Sosial Kognitif, faktor personal, perilaku, dan lingkungan saling berinteraksi dalam mempengaruhi proses dan hasil belajar. Temuan ini menegaskan pentingnya upaya holistik dalam meningkatkan literasi numerasi siswa, melalui penguatan efikasi diri, peran guru sebagai model pembelajaran, dukungan lingkungan belajar yang kondusif dan pelatihan guru.
Copyrights © 2025