Bullying di sekolah merupakan isu krusial yang berdampak luas terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan akademik siswa. Studi ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis dampak serta strategi intervensi terhadap bullying melalui pendekatan literature review terhadap 30 artikel ilmiah terpilih yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa bullying, baik secara langsung maupun melalui media digital, dapat menyebabkan gangguan mental seperti depresi, kecemasan, gangguan tidur, dan ide bunuh diri, serta penurunan prestasi akademik. Dampak ini tidak hanya dirasakan oleh korban, tetapi juga oleh pelaku dan saksi. Faktor risiko yang memengaruhi bullying meliputi lingkungan keluarga, relasi sosial, status ekonomi, dan identitas gender atau orientasi seksual. Namun, beberapa faktor protektif seperti dukungan sosial, hubungan positif di sekolah, serta resiliensi pribadi terbukti mampu mengurangi efek negatif bullying. Intervensi yang efektif mencakup program berbasis sekolah seperti PBIS dan Olweus, serta pendekatan alternatif seperti seni bela diri. Studi ini menegaskan pentingnya pendekatan multidimensi yang inklusif, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh elemen sekolah serta keluarga guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan suportif bagi semua siswa.
Copyrights © 2025