Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Efektivitas Modul Speaking Affective Filter Untuk Menurunkan Kecemasan Pada Murid Usia 9-12 Tahun Di E-Now Kids Learning Center Astriyanie Nurfitri Arifuddin; Ahmad Razak; Sitti Murdiana
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 12 No. 2 (2024): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53952/jir.v12i2.591

Abstract

The languages used by humans are very diverse, so humans need a means or "bridge" to unite their ideas or opinions, such as English. English is the most widely studied foreign language in Indonesia. This study aims to determine the effectiveness of the Speaking Affective Filter module in reducing anxiety in students aged 9-12 years at the e-now kids learning center. This research uses a qualitative descriptive method with a literature research approach, combined with an experimental method to investigate the effect of specific treatments. The research was conducted over five meetings in May-June 2024. The research population consists of students participating in the Kids Speaking Program at E Now Kids Learning Center. Therefore, the population includes all elements of the objects/subjects being studied, while the sample in this study is 30 students selected through purposive sampling. The data analysis technique used in this research is descriptive analysis. Based on the results and discussions explained regarding the effectiveness of the speaking affective filter module in reducing anxiety among students at the e-now kids learning center, it can be concluded that the speaking affective filter module is effective in reducing English language anxiety in students aged 9-12 years at E-Now Kids Learning Center.
Efektivitas Pelatihan Regulasi Diri Dalam Belajar Terhadap Academic Self-Handicapping Pada Siswa SMA Habiba, Sri Nurcahaya; Ahmad Razak; Basti Tetteng
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v8i2.3653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan regulasi diri dalam belajar terhadap academic self-handicapping pada siswa SMA. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X usia 14-17 tahun yang telah dipilih sebagai sampel dengan jumlah 20 partisipan yang dibagi menjadi yaitu, eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa pelatihan regulasi diri dalam belajar. Teknik pengumpulan data menggunakan skala academic self-handicapping dan skala regulasi diri dalam belajar dengan pretest dan posttest. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen-kuasi dengan The Untreated Control Group Design with Dependent Pretest and Posttest Samples dengan pemberian pelatihan regulasi diri dalam belajar menggunakan expository learning model. Hasil analisis data menggunakan independent sample t-test yang diolah dengan bantuan SPSS for windows 25. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 dengan mean difference sebesar 5,8 maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan regulasi diri dalam belajar mampu secara efektif menurunkan tingkat academic self-handicapping pada siswa SMA.
Pengaruh Psikoedukasi Tentang Manfaat Dan Risiko Penggunaan Gadget Terhadap Pemahaman Siswa SMPN 33 Makassar Ahmad Razak; Achmad Alif Satrio; A.Humairah Az-Zahra; Vera Najwa Rahman
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Juli
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v3i2.1555

Abstract

Nomophobia adalah kondisi psikologis yang ditandai dengan kecemasan berlebihan saat individu tidak dapat mengakses ponsel, dan menjadi fenomena yang semakin mengkhawatirkan di kalangan remaja. Rendahnya kesadaran mengenai dampak negatif penggunaan gawai berlebihan menjadi salah satu penyebab kurangnya penanganan dini terhadap nomophobia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas psikoedukasi dalam meningkatkan pemahaman siswa SMP Negeri 33 Makassar mengenai bahaya dan strategi penanggulangan nomophobia. Penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest kepada 30 siswa kelas VII dan VIII. Materi disampaikan melalui metode ceramah interaktif yang disertai sesi tanya jawab dan refleksi pengalaman penggunaan gawai. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), dengan rata-rata skor pretest sebesar 14,10 meningkat menjadi 34,46 pada posttest. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai penggunaan ponsel secara sehat dan pencegahan nomophobia. Hasil ini memberikan implikasi praktis bagi guru Bimbingan dan Konseling, sekolah, dan orang tua dalam menyusun strategi intervensi edukatif berbasis psikologi yang mendukung kesehatan mental remaja.
Psikoedukasi Menciptakan Work-Life Balance Di PT. Sinar Sosro Gunung Slamat Ahmad Razak; Friza Ainy Ratu Salzabila; Salwa Muftihaturrahmah; Nurmaya Fathanah R
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Juli
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v3i2.1594

Abstract

Work-life balance (WLB) merupakan aspek penting dalam menjaga kesejahteraan psikologis dan produktivitas karyawan, khususnya di lingkungan kerja yang memiliki beban dan tekanan tinggi seperti PT Sinar Sosro Gunung Slamat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas psikoedukasi dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan karyawan dalam menciptakan keseimbangan antara peran pekerjaan dan kehidupan pribadi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek terdiri atas 14 karyawan unit produksi berusia 23–35 tahun yang bekerja dalam sistem shift. Intervensi dilakukan melalui psikoedukasi selama 120 menit dengan materi meliputi konsep WLB, work-life harmony, teknik regulasi emosi, psychological detachment–reattachment, serta manajemen waktu dengan teknik batching dan time blocking. Analisis data menggunakan paired sample t-test melalui IBM SPSS Statistics 25 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test (p < 0,05) pada sebagian besar item pertanyaan, yang mencerminkan peningkatan pemahaman peserta terhadap definisi, manfaat, dan strategi penerapan WLB. Hasil ini menunjukkan bahwa psikoedukasi secara efektif dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan karyawan dalam menerapkan WLB secara terintegrasi. Dengan demikian, program ini direkomendasikan sebagai bentuk intervensi psikologis yang berkelanjutan guna mendukung budaya kerja yang sehat dan humanistik.
Dampak dan Intervensi Bullying di Sekolah Solihin, St. Aisyah Humairah; Ahmad Razak; Basti Tetteng
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9704

Abstract

Bullying di sekolah merupakan isu krusial yang berdampak luas terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan akademik siswa. Studi ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis dampak serta strategi intervensi terhadap bullying melalui pendekatan literature review terhadap 30 artikel ilmiah terpilih yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa bullying, baik secara langsung maupun melalui media digital, dapat menyebabkan gangguan mental seperti depresi, kecemasan, gangguan tidur, dan ide bunuh diri, serta penurunan prestasi akademik. Dampak ini tidak hanya dirasakan oleh korban, tetapi juga oleh pelaku dan saksi. Faktor risiko yang memengaruhi bullying meliputi lingkungan keluarga, relasi sosial, status ekonomi, dan identitas gender atau orientasi seksual. Namun, beberapa faktor protektif seperti dukungan sosial, hubungan positif di sekolah, serta resiliensi pribadi terbukti mampu mengurangi efek negatif bullying. Intervensi yang efektif mencakup program berbasis sekolah seperti PBIS dan Olweus, serta pendekatan alternatif seperti seni bela diri. Studi ini menegaskan pentingnya pendekatan multidimensi yang inklusif, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh elemen sekolah serta keluarga guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan suportif bagi semua siswa.
Description Of Religuisity And Fear Of Death In Middle Adults Ahmad Razak
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 2 No. 03 (2023): August, International Journal of Education, vocational and Social Science (IJE
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v2i03.389

Abstract

Humans in living their lives will experience a span of life, one of which is middle adulthood. Middle adulthood is a transitional period between early adulthood to late adulthood, which is in the age range of 40 to 60 years. Middle adulthood is marked by physical changes due to biological changes such as decreased fertility and health. This condition causes middle-aged adults to worry about death. The fear of death at this age is even higher compared to other age groups. An effective strategy for dealing with the fear of death is to increase religion. The aim of this study is to clarify the relationship between religion and fear of death in middle adulthood. The data collection method is the qualitative research method. Collecting data by means of interviews with research subjects. Based on the results of the study, it was found that the research subjects felt unprepared to face death by feeling anxious, helpless, and wanting to be in the position of other people who had better religious behavior. Subjects viewed that closeness to God Almighty made subjects better prepared to face death. This research has implications that middle adults need to improve their religiosity attitudes and behavior to minimize their fear of death.
Efektivitas Modul Speaking Affective Filter Untuk Menurunkan Kecemasan Pada Murid Usia 9-12 Tahun Di E-Now Kids Learning Center Astriyanie Nurfitri Arifuddin; Ahmad Razak; Sitti Murdiana
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 12 No. 2 (2024): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53952/jir.v12i2.591

Abstract

The languages used by humans are very diverse, so humans need a means or "bridge" to unite their ideas or opinions, such as English. English is the most widely studied foreign language in Indonesia. This study aims to determine the effectiveness of the Speaking Affective Filter module in reducing anxiety in students aged 9-12 years at the e-now kids learning center. This research uses a qualitative descriptive method with a literature research approach, combined with an experimental method to investigate the effect of specific treatments. The research was conducted over five meetings in May-June 2024. The research population consists of students participating in the Kids Speaking Program at E Now Kids Learning Center. Therefore, the population includes all elements of the objects/subjects being studied, while the sample in this study is 30 students selected through purposive sampling. The data analysis technique used in this research is descriptive analysis. Based on the results and discussions explained regarding the effectiveness of the speaking affective filter module in reducing anxiety among students at the e-now kids learning center, it can be concluded that the speaking affective filter module is effective in reducing English language anxiety in students aged 9-12 years at E-Now Kids Learning Center.
Hubungan Antara Pesimisme Dan Prokrastinasi Akademik Dalam Menyelesaikan Skripsi Pada Mahasiswa Universitas Negeri Makassar Nur Khair Muhkam; Ahmad Razak; Nur Hidayat Nurdin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 6: Oktober 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v1i6.961

Abstract

Tuntutan akademik selevel tugas skripsi seringkali dianggap mahasiswa sebagai masalah yang menyebabkan pesimisme meningkat, sehingga mahasiswa akan melakukan penundaan pengerjaan dan penyelesaian tugas sebagai strategi untuk melawan masalah tersebut. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pesimisme dan prokrastinasi akademik dalam menyusun skripsi pada mahasiswa Universitas Negeri Makssar. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif dengan pendekatan statistik nonparametrik. Subjek pada penelitian ini berjumlah 132 mahasiswa Universitas Negeri Makassar pada semester 10 hingga 14 yang telah memprogram matakuliah proposal dan skripsi sebanyak 2 kali atau lebih. Teknik sampling pada penelitian ini adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi r =0,291 dengan nilai signifikansi p =0,001 (p<0,01). Berdasarkan hasil maka disimpulkan bahwa semakin pesimis mahasiswa semakin tinggi tingkat prokrastinasi akademik. Kelebihan penelitian ini dibandingkan penelitian sebelumnya adalah penelitian ini dilakukan dalam skala yang lebih besar. Berdasarkan penelitian ini diharapkan mahasiswa dapat melawan pesimisme yang timbul akibat beban akademik.
Hubungan Antara Self Regulated Learning Dan Keterampilan Literasi Digital Pada Mahasiswa Universitas Negeri Makassar Eka Hardiana Suci; Ahmad Razak
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 2: Februari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v3i2.3130

Abstract

In education, self-regulated learning is one of the achievements that must be met in the learning process. The ability to use digital devices to increase knowledge and achievement is a challenge in the process of self-regulated learning. The lack of digital literacy skills makes students unable to fulfill their learning needs. The purpose of this study was to determine the relationship between self-regulated learning and digital literacy skills in students of Universitas Negeri Makassar. The subjects in this research were taken using accidental sampling technique, namely 600 students. The hypothesis of this research was tested using the Spearman's rho correlation test. The results showed that the significance value of p = 0.000 (p <0.05), and the correlation coefficient r = 0.441, which means that there is a positive relationship between self-regulated learning and digital literacy skills which is significant with a strong correlation.
ParentVoice FGD: “Merumuskan Pengasuhan Digital yang Nyaman untuk Anak PAUD” Ahmad Razak; Nuri Lestari; Riswan
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.773

Abstract

Penggunaan gawai pada anak usia dini semakin meningkat dan sering kali tidak disertai pendampingan yang memadai, sehingga menimbulkan berbagai permasalahan seperti sulitnya mengatur waktu penggunaan, menurunnya interaksi anak dengan orang tua, serta kecenderungan anak meniru perilaku dari lingkungan sekitarnya. Permasalahan ini menuntut adanya model pengasuhan digital yang terarah dan sesuai dengan kebutuhan keluarga. Penelitian ini bertujuan merumuskan model pengasuhan digital yang nyaman dan aman bagi anak PAUD melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan orang tua dan guru. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, pelaksanaan FGD, serta analisis tematik terhadap temuan lapangan. Hasil penelitian menjukkan bahwa orang tua menghadapi tantangan berupa anak sulit melepaskan gawai, penggunaan gawai sebagai alat bantu makan dan menenagkana anak, serta kurangnya aturang yang konsisten dalam penggunaan gawai. Selain itu, peserta FGD menekankan perlunya panduan praktis tentang konten yang sesuai usia, pendampingan aktif, dan keseimbangan antara aktivitas digital dan non-digital. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan model pengasuhan digital yang menekankan batasan yang jelas, komunikasi terbuka, pendampingan aktif, dan penguatan nilai keluarga. Model ini diharapkan dapat menjadi solusi aplikatif dalam mendampingi anak usia dini di era digital.