Penerjemahan teks bahasa Arab ke bahasa Indonesia merupakan proses yang kompleks karena melibatkan transfer makna, struktur gramatikal, dan konteks budaya. Penelitian ini secara khusus menganalisis teknik penerjemahan kalimat "كَانَ مُحَمَّدٌ نَائِمًا فِي فِرَاشِهِ وَالسَّاعَةُ عَشْرٌ" yang terdapat dalam buku Qiroaturrosyidah, dengan mengacu pada teori penerjemahan Molina dan Albir (2002). Hasil analisis menunjukkan bahwa teknik amplifikasi digunakan untuk memberikan penjelasan tambahan mengenai waktu, teknik literal diterapkan untuk mempertahankan struktur gramatikal yang sederhana, dan teknik reduksi dimanfaatkan untuk menghilangkan elemen yang dianggap kurang relevan dalam budaya sasaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerjemahan berhasil mengadaptasi teks agar sesuai dengan pembaca bahasa Indonesia, tetap menjaga keaslian pesan, dan memberikan kejelasan makna.
Copyrights © 2025