Melalui penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) yang berbasis pada permainan tradisional, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat peserta didik dalam belajar dan olahraga. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus dilakukan pada peserta didik di kelas VII-A SMP Negeri 24 Surabaya. Instrument penelitian terdiri dari Multistage Fitness Test (MFT) untuk mengukur kebugaran jasmani dan lembar observasi untuk menilai minat belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kedua aspek tersebut. Rata-rata skor minat belajar peserta didik meningkat dari 3,2 pada siklus I menjadi 3,8 pada siklus II, sedangkan VO2max peserta didik laki-laki meningkat dari 24,1 ml/kg/menit menjadi 32,0 ml/kg/menit, dan peserta didik perempuan dari 22,6 ml/kg/menit menjadi 27,3 ml/kg/menit. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT), yang mengintegrasikan unsur budaya lokal melalui permainan gobak sodor, tidak hanya efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar peserta didik, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kebugaran jasmani mereka. Oleh karena itu, pendekatan ini direkomendasikan untuk diimplementasikan dalam pembelajaran PJOK sebagai strategi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih inklusif, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik.
Copyrights © 2025