Penelitian ini bertujuan mengukur kesiapan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) dosen Pendidikan Administrasi Perkantoran dalam mengimplementasikan smart office technologies (RPA, AI-CRM) di era Industri 4.0, sebagai respons atas kesenjangan kompetensi digital dan ketertinggalan kurikuler yang menyebabkan 65% lulusan tidak siap menghadapi otomasi perkantoran (UNESCO, 2023). Dengan desain mixed-methods sequential explanatory (sampel: 41 dosen kuantitatif, 15 dosen kualitatif) dan instrumen kuesioner TPACK 4.0 tervalidasi, penelitian ini mengisi gap berupa absennya model TPACK spesifik smart office serta inkonsistensi kebijakan pelatihan dosen. Temuan kunci mengungkap: (1) ketimpangan TPACK kritis, (2) hambatan sistemik (infrastruktur 58%, resistensi 42%, kurikulum kaku 67%), dan (3) determinan kompetensi (pelatihan teknologi pengaruhi TK = 0.68; p<0.001]; pengalaman industri tingkatkan TCK=0.52; p<0.01]). Peneliti menyimpulkan ketimpangan TPACK sebagai kegagalan ekosistem (bukan defisit individu) dan menawarkan solusi transformatif melalui model TPACK 4.0 Plus (integrasi Contextual & Ethical Knowledge) serta reformasi kebijakan 3R (Resources-Rewards-Regulation) yang diproyeksikan meningkatkan kesiapan TK dosen sebesar 32% dalam roadmap 5 tahun.
Copyrights © 2025