Penyalahgunaan NAPZA di kalangan remaja SMA merupakan ancaman serius bagi kesehatan, ketahanan sosial, dan perkembangan generasi muda di Kota Binjai. Meskipun regulasi nasional telah mengatur definisi zat adiktif, praktik di sekolah menunjukkan adanya kesenjangan dalam deteksi dini dan penanganan. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) sering belum memiliki metode terstruktur untuk mengenali tanda awal penyalahgunaan NAPZA pada siswa. Melalui program pengabdian ini, dilakukan pelatihan berbasis psikometri dengan lima tahapan berurutan, yaitu identifikasi masalah, perencanaan, implementasi, observasi, dan evaluasi. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kompetensi guru BK dalam kapasitas diagnostik. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan guru dalam mengidentifikasi perilaku berisiko, mengklasifikasikan siswa sesuai tingkat risiko, serta menyusun rencana intervensi yang lebih tepat sasaran. Sebagai luaran, disediakan instrumen psikometri standar dan panduan implementasi untuk mendukung keberlanjutan program di sekolah. Model yang dikembangkan sejalan dengan praktik terbaik berbasis bukti dalam upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA di lingkungan pendidikan.
Copyrights © 2025