Influencer dan brand image memiliki peran yang saling melengkapi dalam memengaruhi keputusan pembelian mahasiswa Generasi Z melalui live TikTok. Influencer berperan sebagai komunikator yang mampu membangun kedekatan emosional dan menarik perhatian awal konsumen dengan gaya komunikasi yang persuasif dan interaktif. Sementara itu, brand image berfungsi untuk membangun kepercayaan, persepsi kualitas, dan loyalitas jangka panjang, serta memastikan keberlanjutan hubungan dengan konsumen. Kombinasi antara keduanya terbukti lebih efektif dalam meningkatkan niat beli dan loyalitas, dibandingkan jika keduanya digunakan secara terpisah. Keberhasilan strategi pemasaran di platform ini sangat bergantung pada konsistensi dalam menjaga citra merek dan kredibilitas influencer, serta menciptakan pengalaman yang autentik dan sesuai dengan nilai-nilai produsen serta preferensi mahasiswa Generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang mencakup pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Pendekatan yang digunakan yakni Sistematic Literature Review (SLR) dengan tujuan mengumpulkan dan mengevaluasi penelitian yang relevan tentang topik tertentu menggunakan data sekunder sebagai kategori literatur.
Copyrights © 2025