The local food business sector in semi-urban areas such as Pringsewu, Lampung, is increasingly influenced by the complex and dynamic shifts in consumer preferences. A limited understanding of market segmentation has made it difficult for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) to develop effective product and marketing strategies. Therefore, this study aims to identify consumer preference segmentation for food products using the K-Means Clustering method and statistical analysis with SPSS, with a case study in Pringsewu, Lampung. The resulting segmentation is expected to provide a more structured understanding of consumer characteristics and the potential for local food business development by MSMEs. Data were collected through an online questionnaire distributed via platforms such as Google Forms and shared across local community WhatsApp groups in Pringsewu. Respondents came from diverse occupational backgrounds, including civil servants, teachers, police officers, private sector employees, and entrepreneurs. The questionnaire consisted of three main sections: demographic data, food preferences, and business potential. The data analysis identified five distinct consumer clusters: Spicy Instan, a group that prefers spicy and ready-to-serve meals; Mama Fit & Fresh, health-conscious consumers who prioritize nutrition; Petualang Rasa, adventurous individuals drawn to culinary variety and new experiences; Mas-mas Hemat, a price-sensitive and practical segment, particularly active in the field; and Sultan Rasa, consumers who associate high-quality food with professional lifestyle aspirations. This study highlights the importance of marketing strategy differentiation based on consumer segmentation, enabling businesses to reach their target markets more effectively. The resulting segmentation provides strategic insights for food entrepreneurs and MSMEs in designing more targeted products and marketing approaches. ABSTRAK Persaingan usaha makanan lokal di daerah semi-perkotaan seperti Pringsewu, Lampung, semakin dipengaruhi oleh perubahan preferensi konsumen yang kompleks dan dinamis. Minimnya pemahaman terhadap segmentasi pasar menyebabkan pelaku UMKM kesulitan dalam merancang strategi produk dan pemasaran yang tepat sasaran.Untuk itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi segmentasi preferensi konsumen terhadap produk makanan menggunakan metode K-Means Clustering dan analisis statistik dengan SPSS, dengan studi kasus di Pringsewu, Lampung. Segmentasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih terstruktur mengenai karakteristik konsumen dan potensi pengembangan usaha makanan lokal oleh UMKM. Data dikumpulkan melalui survei kuisioner daring seperti Google Forms serta didistribusikan melalui media sosial seperti WhatsApp grup komunitas lokal masyarakat Pringsewu dengan responden berasal dari berbagai latar belakang seperti ASN, Guru, Polri, Karyawan Swasta hingga Wiraswasta. Kuisioner penelitian ini terdiri dari tiga bagian utama, yaitu Data Diri, Preferensi Makanan, dan Potensi Usaha. Analisis data menghasilkan lima klaster konsumen yang berbeda secara karakteristik, yaitu, Spicy Instan, kelompok yang menyukai makanan bercita rasa pedas dan mudah disajikan. Mama Fit & Fresh, konsumen yang memprioritaskan aspek kesehatan dan nutrisi dalam konsumsi pangan. Petualang Rasa, individu dengan ketertarikan tinggi terhadap variasi dan pengalaman kuliner baru. Mas-mas hemat, segmen yang mengutamakan efisiensi harga dan kepraktisan, terutama untuk aktivitas lapangan; dan Sultan Rasa, konsumen yang memilih produk makanan berkualitas tinggi sebagai bagian dari gaya hidup profesional. Penelitian ini menekankan pentingnya diferensiasi strategi pemasaran berdasarkan segmentasi konsumen, agar bisnis dapat secara optimal menjangkau target pasar yang sesuai. Segmentasi ini memberikan wawasan strategis bagi pelaku usaha maupun UMKM dibidang makanan dalam merancang produk dan strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.
Copyrights © 2025