Studi literatur ini menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi moderasi agama di sekolah Indonesia. Dukungan utama meliputi pedoman sekolah, peran guru, kegiatan antaragama, dan dukungan orang tua. Hambatan yang diidentifikasi mencakup kurangnya program khusus dalam kurikulum, keterbatasan fasilitas ibadah, pengaruh pola pikir eksklusif dalam keluarga, serta dampak media sosial dan radikalisme digital. Studi ini merekomendasikan strategi seperti pengembangan kurikulum eksplisit, pelatihan guru, peningkatan fasilitas ibadah, pemanfaatan teknologi, kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat, serta penguatan regulasi pemerintah. Studi lebih lanjut diperlukan untuk menguji efektivitas strategi ini dalam konteks yang lebih luas.
Copyrights © 2025