Asri, Diar Mukti
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Moderasi Beragama dalam Lingkungan Sekolah Zulkarnain, Ali Iskandar; Ramadhani, Amanda Agni Oktavia; Asri, Diar Mukti; Putri, Rica Amelia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26355

Abstract

Studi literatur ini menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi moderasi agama di sekolah Indonesia. Dukungan utama meliputi pedoman sekolah, peran guru, kegiatan antaragama, dan dukungan orang tua. Hambatan yang diidentifikasi mencakup kurangnya program khusus dalam kurikulum, keterbatasan fasilitas ibadah, pengaruh pola pikir eksklusif dalam keluarga, serta dampak media sosial dan radikalisme digital. Studi ini merekomendasikan strategi seperti pengembangan kurikulum eksplisit, pelatihan guru, peningkatan fasilitas ibadah, pemanfaatan teknologi, kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat, serta penguatan regulasi pemerintah. Studi lebih lanjut diperlukan untuk menguji efektivitas strategi ini dalam konteks yang lebih luas.
EXPLORING THE USE OF YOUTUBE VIDEOS WITH TEXTS AND WITHOUT TEXTS IN TEACHING LISTENING TO BEGINNER EFL STUDENTS Amalia, Najwa Rizki; Purmasari, Siti Fatimah; Asri, Diar Mukti; Ramadhanti, Nisrina Farida; Ningrum, Cahaya; Syahid, Abdul
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.7843

Abstract

This study aims to explore the use of YouTube videos, both with and without subtitles, in teaching listening skills to beginner-level EFL learners. The research is motivated by the evolution of digital technology, which provides new opportunities in language learning, particularly through video media that integrates audio, visual, and textual elements. A quasi- experimental method with a pretest-posttest nonequivalent control group design was employed. The subjects consisted of 73 8th-grade students at Berkah Integrated Junior High School, divided into two groups: an experimental class using videos with subtitles and a control class using videos without subtitles. Data were collected from the results of the pretest and posttest, analyzed using descriptive statistics and an independent t-test at a 0.05 significance level. The results indicated no statistically significant difference between the two groups (t = –1.720; p = 0.090). However, descriptively, the group without subtitles showed an increase in scores, while the group with subtitles experienced a slight decrease. This finding suggests that the use of subtitles might increase the cognitive load for beginner students as they have to divide their attention between reading the text and listening to the audio. Conversely, videos without subtitles allow students to fully focus on aural input. Therefore, the application of subtitles should be adjusted according to students' proficiency levels to avoid hindering the comprehension process. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan video YouTube dengan teks (subtitle) dan tanpa teks dalam pengajaran keterampilan menyimak (listening) bagi siswa EFL tingkat pemula. Latar belakang penelitian ini berangkat dari perkembangan teknologi digital yang membuka peluang baru dalam pembelajaran bahasa, salah satunya melalui media video yang memadukan unsur audio, visual, dan teks. Metode yang digunakan adalah quasi- eksperimen dengan desain pretest-posttest nonequivalent control group. Subjek penelitian terdiri atas 73 siswa kelas VIII di Berkah Integrated Junior High School yang dibagi menjadi dua kelompok: kelas eksperimen menggunakan video dengan teks dan kelas kontrol menggunakan video tanpa teks. Data diperoleh dari hasil pretest dan posttest yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t independen dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok (t = –1.720; p = 0.090). Namun, secara deskriptif, kelompok tanpa teks menunjukkan peningkatan skor, sedangkan kelompok dengan teks mengalami sedikit penurunan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan subtitle dapat menambah beban kognitif bagi siswa pemula karena mereka harus membagi perhatian antara membaca teks dan mendengarkan audio. Sebaliknya, video tanpa teks memungkinkan siswa fokus pada input pendengaran secara penuh. Dengan demikian, penggunaan subtitle sebaiknya disesuaikan dengan tingkat kemahiran siswa agar tidak menghambat proses pemahaman.
Representation of Urban Sufism in Constructing Urban Muslim Piety in Digital Media Asri, Diar Mukti; Ramadhani, Raysha; Surawan, Surawan
AL - IBRAH Vol 10 No 2 (2025): December 2025
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v10i2.779

Abstract

In recent years, social media has become an important arena for expressing religious identity, including the emergence of digital Sufism among urban Muslims. This study examines how urban Sufism is represented in digital media that blends Sufi values with elements of popular culture, addressing the limited scholarly attention toward its role in shaping contemporary religious identity. This qualitative research employs content analysis and library study, drawing data from YouTube and Instagram. The analysis is guided by Stuart Hall’s theory of representation and Charles Taylor’s theory of identity. The findings show that digital representations of urban Sufism function not only as a medium of da‘wah but also as a dynamic space where pious identity is negotiated and socially validated through online engagement. These representations illustrate how Islamic spirituality adapts to urban lifestyles while interacting with global popular culture. However, the phenomenon also raises concerns such as spiritual simplification, authority fragmentation, and the commodification of religiosity. The study concludes that maintaining authenticity and spiritual depth is crucial for content creators and preachers in utilizing digital platforms for inclusive da‘wah.