Curah hujan yang tidak merata sepanjang tahun menjadi faktor utama dalam evaluasi risiko banjir di Kabupaten Bantul, yang belum memiliki pemetaan daerah rawan banjir sebagai dasar kebijakan BPBD. Oleh karena itu, kolaborasi antara ITNY dan BPBD Kabupaten Bantul dalam penyusunan Peta Rawan Banjir menjadi krusial untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Metode yang digunakan mencakup studi pendahuluan untuk memahami pola banjir dan dampaknya, pengumpulan data hidrologi dan curah hujan, serta analisis menggunakan perangkat lunak GIS. Peta ini diintegrasikan dengan data administrasi wilayah, topografi, dan infrastruktur air untuk menghasilkan informasi yang akurat dan komprehensif. Sebagai bagian dari upaya mitigasi, pembuatan peta potensi sumber air di Kecamatan Dlingo dengan teknologi GIS melalui ArcGIS 10.8 telah mengidentifikasi lokasi strategis seperti embung, mata air, dan sumur bor. Peta ini juga menyajikan data pendukung dalam bentuk tabel untuk mempermudah analisis dan perencanaan pengelolaan sumber daya air. Dengan metodologi berbasis GIS, peta ini menjadi alat yang informatif dan relevan bagi pihak berwenang serta masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan mitigasi risiko bencana terkait air di Kabupaten Bantul.
Copyrights © 2025