Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Konsentrasi Sedimen Suspensi Rata-Rata Kedalaman Berdasarkan Pengukuran 1, 2, dan 3 Titk Pada Aliran Dipercepat Anggi Hermawan; Erwin Nur Afiato; Oggi Heicqal Ardian
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2023): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengambilan sampel untuk sebaran konsentrasi sedimen tersuspensi di lapangan seringkali tidak dapat dilakukan sesuai dengan standar pengambilan sampel yang benar karena banyaknya kendala yang dihadapi di lapangan. Kendala tersebut akan mengakibatkan ketidakakuratan debit sedimen tersuspensi. Bagaimana dan di lokasi mana pengambilan sampel dilakukan mungkin perlu dipertimbangkan karena berbagai kendala pada pengambilan sampel di lapangan. Penelitian ini menggunakan metode point integrated sampling methode yang dianggap lebih akurat dibandingkan depth-integrated sampling. namun, data profil konsentrasi sedimen tersuspensi dalam jumlah besar diperlukan pada kedalaman keseluruhan, yang berarti bahwa metode tersebut membutuhkan lebih banyak waktu dan biaya untuk mengumpulkan data pengambilan sampel. Nilai konsentrasi sedimen tersuspensi rata-rata kedalaman yang ditentukan menggunakan Persamaan 9, 10, dan 11 masih dapat diandalkan karena memiliki nilai faktor koreksi mendekati 1 (satu), Cte1 @Cte2 @Cte3 @1.
Penentuan Daerah Terdampak Kekeringan dan Potensi Air Kabupaten Gunung Kidul Tahun 2023 Sari, Sely Novita; Hermawan, Anggi; Maulana, Rizal; Ardian, Oggi Heicqal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 12 (2024): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i12.729

Abstract

Kabupaten Gunung Kidul yang terletak di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki karakteristik geografis dan iklim yang dapat memengaruhi ketersediaan air untuk keperluan domestik, pertanian, dan industri. Kegiatan Abdimas ini bertujuan untuk menentukan daerah terdampak kekeringan dan potensi air di Kabupaten Gunung Kidul pada tahun 2023. Kegiatan ini memberikan landasan untuk merumuskan kebijakan pengelolaan air yang berkelanjutan, mengidentifikasi daerah rentan terhadap kekeringan, dan merencanakan upaya mitigasi yang tepat untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air di Kabupaten Gunung Kidul pada tahun 2023 dan masa depan. Melalui metode survei lapangan, analisis iklim, dan evaluasi penggunaan lahan, penelitian ini mengidentifikasi 11 desa yang terdampak kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Kidul telah berupaya mengatasi krisis air dengan menyediakan total volume dropping air bersih sebesar 16.935.000 liter. Selain itu, ditemukan 33 embung berpotensi sebagai sumber air tambahan di musim kemarau, dan terdapat 74 titik potensi sumur bor untuk memperluas akses air bersih bagi masyarakat.
Penilaian Pelaksanaan Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Hotel di Sleman Yogyakarta Sely Novita Sari; Rizal Maulana; Anggi Hermawan; Oggi Heicqal Ardian
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 8 No 3 (2024): G-Tech, Vol. 8 No. 3 Juli 2024
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/gtech.v8i3.4556

Abstract

Pemerintah telah menetapkan pedoman melalui Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 24/PRT/M/2008 mengenai pemeliharaan dan perawatan bangunan Hotel. Pedoman ini bertujuan untuk mengurangi kerusakan dan masalah pada konstruksi bangunan dari segi kualitas, fasilitas, dan keamanan, serta mempermudah penanganan jika terjadi kerusakan. Pengamatan struktural bangunan memerlukan pengujian yang cermat. Penelitian ini menilai pemeliharaan dan perawatan Hotel sesuai peraturan tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa dari enam hotel yang diperiksa, pelaksanaan pemeliharaan bangunan mencapai 55,57%, sementara pelaksanaan perawatan mencapai 63,39%. Penelitian ini membantu menilai sejauh mana pedoman tersebut diterapkan dan dipahami di lapangan
Pembuatan Peta Rawan Banjir Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta Sely Novita Sari; Anggi Hermawan; Rizal Maulana; Oggi Heicqal Ardian
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 4 No 4 (2024): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2024)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/icom.v4i4.5543

Abstract

Bantul Regency, located in the Special Region of Yogyakarta, is prone to flooding due to its lowland topography and suboptimal drainage systems. This community service project aims to create a flood hazard map to assist the Bantul Disaster Management Agency (BPBD) in identifying high-risk areas and planning preventive mitigation policies. The methods used include literature reviews, data collection from BBWS and BPBD, as well as field surveys. Flood data from the past five years was analyzed using Geographic Information System (GIS) technology to map flood-prone areas. The result is a detailed map highlighting flood-prone zones, which can be used for infrastructure planning and improving community preparedness. The conclusion of this project is the development of the Flood Hazard Map for Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta. This map serves as an essential tool for disaster mitigation and development planning, with recommendations for regular data updates and community outreach efforts.
ABDIMAS: PEMBUATAN PETA KEKERINGAN KABUPATEN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Hermawan, Anggi; Sari, Sely Novita; Maulana, Rizal; Prastowo, Rizqi; Ardian, Oggi Heicqal
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v1i1.193

Abstract

Kekeringan disebabkan oleh ketidakseimbangan hidrologi akibat distribusi hujan yang tidak merata, yang memengaruhi pasokan air. Kabupaten Bantul, DIY, sering mengalami kekeringan, terutama di kecamatan seperti Dlingo, Imogiri, Pajangan, Piyungan, dan Kasihan. Sekitar 2000 hektar lahan pertanian terancam kekeringan karena kurangnya irigasi selama musim kemarau. Kabupaten Bantul belum memiliki pemetaan daerah rawan kekeringan, yang penting bagi BPBD. Kegiatan abdimas ini bertujuan untuk membuat Peta Kekeringan Kabupaten Bantul DIY. Langkah awal mencakup studi pendahuluan untuk memahami iklim, pola kekeringan, dan dampaknya, serta mengidentifikasi data yang relevan. Pengumpulan data melibatkan akuisisi data iklim, hidrologi, dan curah hujan dengan kolaborasi lembaga terkait. Data dianalisis untuk mengidentifikasi pola kekeringan, dan digunakan dalam pemetaan dengan perangkat lunak GIS. Kegiatan ini menghasilkan Peta Kekeringan dan Potensi Sumber Air Kabupaten Bantul Tahun 2023. Implikasi Pembuatan peta tidak hanya menjadi alat visualisasi, tetapi juga menjadi landasan dalam manajemen bencana dan upaya mitigasi untuk Masyarakat sekitar.
Pembuatan Peta Infrastruktur Air dan Sumber Air Untuk Mitigasi Bencana Kekeringan Di Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul Hermawan, Anggi; Sari, Sely Novita; Maulana, Rizal; Ardian, Oggi Heicqal; Pratama, Bagus Gilang
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i1.1373

Abstract

Curah hujan yang tidak merata sepanjang tahun menjadi faktor utama dalam evaluasi risiko banjir di Kabupaten Bantul, yang belum memiliki pemetaan daerah rawan banjir sebagai dasar kebijakan BPBD. Oleh karena itu, kolaborasi antara ITNY dan BPBD Kabupaten Bantul dalam penyusunan Peta Rawan Banjir menjadi krusial untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Metode yang digunakan mencakup studi pendahuluan untuk memahami pola banjir dan dampaknya, pengumpulan data hidrologi dan curah hujan, serta analisis menggunakan perangkat lunak GIS. Peta ini diintegrasikan dengan data administrasi wilayah, topografi, dan infrastruktur air untuk menghasilkan informasi yang akurat dan komprehensif. Sebagai bagian dari upaya mitigasi, pembuatan peta potensi sumber air di Kecamatan Dlingo dengan teknologi GIS melalui ArcGIS 10.8 telah mengidentifikasi lokasi strategis seperti embung, mata air, dan sumur bor. Peta ini juga menyajikan data pendukung dalam bentuk tabel untuk mempermudah analisis dan perencanaan pengelolaan sumber daya air. Dengan metodologi berbasis GIS, peta ini menjadi alat yang informatif dan relevan bagi pihak berwenang serta masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan mitigasi risiko bencana terkait air di Kabupaten Bantul.
Impacts of Land-Use Change on Runoff Oyo Downstream Sub-Watershed, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta Anggi Hermawan; Oggi Heicqal Ardian
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 9 No 2 (2025): G-Tech, Vol. 9 No. 2 April 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/gtech.v9i2.6766

Abstract

Land use changes from year to year have a significant impact on several flood disasters in the Oyo Downstream River. The purpose of this study was to calculate the amount of surface runoff in the Oyo Downstream Sub-watershed. Runoff discharge can be approximated using an empirical equation, namely by using the rational method. The amount of Runoff in the Oyo Downstream Sub-watershed is determined based on rainfall data for the last 10 years, topographic conditions and land cover conditions in the Sub-watershed area. Based on Google satellite aerial photo images in 2007, 2010, and 2022, changes in land use in the Oyo Downstream Sub-watershed can be seen. The land cover type classification process uses the supervised periodic satellite imagery method, where the results of the classification of each type of land use can be seen in the percentage of land use changes. Based on the results of satellite image analysis, there has been a significant reduction in the area of ​​land cover in forests and trees, namely 28.4% from 2007 to 2023. In contrast to settlements and open land which experienced an increase of 40% and 60% respectively. The results of the calculation of direct runoff discharge in each land cover condition show that there was an increase of 11% from 2007 to 2010, and an increase of 15% from 2010 to 2022. This condition causes flooding in several locations in the Oyo Downstream Sub-Watershed area due to overflowing rivers during the rainy season. In addition, several locations also experience inundation due to poor drainage systems causing rainwater runoff to not be able to flow into the water body/river area.