Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara gramatikal struktur kalimat bahasa Indonesia dalam penerjemahan kitab kuning yang dilakukan oleh para ustaz atau kiai dalam sistem bandongan. Dalam penggalian data, penelitian ini menggunakan metode simak-catat dari beberapa pengajian kitab kuning yang dilakukan di pondok pesantren dan juga pengajian-pengajian yang dilakukan secara hybrid melalui kanal YouTube. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat interferensi bahasa Jawa yang mempengaruhi cara penerjemahan kiai dalam bahasa Indonesia. Interferensi bahasa Jawa ini menimbulkan kerancuan terjemahan dalam bahasa Indonesia, terutama dalam tiga hal, yaitu penyebutan pengulangan subjek, penyebutan numeralia yang berpotensi pleonasme, dan pengabaian terjemahan kalimat pasif. Terjemahan yang mengandung interferensi itu dapat dimaklumi jika terjemahan bahasa Indonesia itu bertujuan untuk menyinkronkan pola kalimat bahasa Arab sebagaimana terjemahan model bahasa Jawa. Akan tetapi, jika tidak bertujuan sinkronisasi, terjemahan berbahasa Indonesia yang mengandung interferensi itu rancu.
Copyrights © 2024