Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi supervisi akademik dan manajerial kepala madrasah melalui penerapan prinsip-prinsip servant leadership Islami. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya integrasi nilai-nilai spiritual dan humanis dalam praktik supervisi yang umumnya bersifat administratif. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 20 kepala madrasah di Kabupaten Majalengka melalui tiga tahapan: asesmen kebutuhan, pelatihan intensif, dan pendampingan lapangan. Metode yang digunakan adalah servant leadership-based participatory mentoring yang menekankan refleksi nilai, simulasi kasus, dan pembinaan berbasis empati. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, serta instrumen pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman supervisi Islami sebesar 29,8% dan perubahan perilaku kepemimpinan sebesar 23,8%. Nilai-nilai ikhlas, amanah, syura, dan rahmah berperan signifikan dalam memperkuat budaya kerja kolaboratif dan spiritual. Secara kelembagaan, terbentuk Komunitas Praktisi Supervisi Islami (KPSI) di tiga madrasah mitra sebagai model penguatan kepemimpinan berkelanjutan. Kegiatan ini membuktikan bahwa servant leadership Islami mampu memperkuat kapasitas manajerial dan integritas moral kepala madrasah dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang efektif dan bernilai ibadah.
Copyrights © 2024