Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan kurikulum dwibahasa di Singapura serta dampaknya terhadap penguasaan Bahasa Inggris siswa. Penelitian ini menggunakan metode literature review, yaitu menelaah, membandingkan, dan mensintesis hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan. Sumber data berasal dari empat artikel jurnal yang membahas implementasi kebijakan dwibahasa di Singapura. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan dwibahasa yang menempatkan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris siswa, didukung oleh kurikulum yang terstruktur dan lingkungan sosial yang multibahasa. Namun, kebijakan ini juga berdampak pada menurunnya penggunaan bahasa ibu dan nilai-nilai budaya yang melekat di dalamnya, terutama pada siswa dari latar belakang sosial ekonomi rendah. Dengan demikian, diperlukan strategi penguatan pembelajaran bahasa ibu agar keseimbangan antara kompetensi global dan identitas budaya tetap terjaga.
Copyrights © 2025