Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perbedaan penerapan pendidikan karakter toleransi di sekolah dasar yang berada di wilayah perkotaan dan pedesaan. Studi dilakukan pada SDN Bayan Surakarta (perkotaan) dan SDN 3 Gemolong (pedesaan) dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDN Bayan mengimplementasikan nilai toleransi melalui program Selasa Rohani yang memberikan ruang ekspresi keagamaan secara inklusif bagi semua siswa. Sebaliknya, SDN 3 Gemolong mempraktikkan toleransi melalui pembiasaan kegiatan keagamaan yang homogen, seperti murojaah dan kegiatan Ramadan, yang disesuaikan dengan konteks sosial-budaya lokal. Meskipun berbeda pendekatan, kedua sekolah berhasil menanamkan sikap toleransi siswa melalui strategi yang kontekstual dan partisipatif. Penelitian ini menekankan pentingnya adaptasi strategi pendidikan karakter sesuai dengan kondisi lokal agar nilai toleransi dapat tertanam kuat pada siswa sejak usia dini.
Copyrights © 2025