Abstrak. Penelitian ini menguji peran inteligensi non-verbal sebagai prediktor kesiapan sekolah anak usia 5–7 tahun. Sebanyak 80 anak diuji secara individual menggunakan Raven’s Coloured Progressive Matrices (RCPM) untuk mengukur tingkat inteligensi non-verbal dan Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test (NST) untuk mengukur aspek kesiapan sekolah. Analisis korelasional dan regresi sederhana menunjukkan bahwa Grade IQ yang lebih rendah (menandakan inteligensi non-verbal lebih tinggi (grade IQ bergerak dari I yang paling tinggi ke V yang paling rendah) berkorelasi signifikan dengan skor lebih tinggi pada aspek Mengamati & Membedakan Bentuk (r ≈ −0,44 s.d. −0,48; p < 0,001) dan Motorik Halus (r ≈ −0,26 s.d. −0,30; p < 0,05). Terdapat kecenderungan hubungan negatif Inteligensi non-verbal dengan Konsentrasi dan skor total kesiapan (efek kecil), sementara domain lain (pengertian besar–jumlah–perbandingan, pengamatan tajam/kritis, daya ingat, pemahaman cerita & ingatan, kematangan intelektual) tidak signifikan. Temuan menegaskan bahwa inteligensi non-verbal paling kuat berkaitan dengan kapasitas visual-perseptual dan motorik halus yang mendasari literasi dan numerasi awal, namun tidak memadai sebagai satu-satunya indikator kesiapan sekolah yang bersifat multidimensi. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah RCPM relevan sebagai skrining awal untuk domain visual-perseptual/motorik halus, tetapi asesmen kesiapan harus tetap multi-domain.Kata Kunci: Inteligensi non-verbal; kesiapan sekolah; pendidikan anak usia dini
Copyrights © 2025