Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Program 3S (Senyum, Sapa, Salam) dalam membangun karakter siswa berbasis kearifan lokal Madura di SDN Kraton 1 Bangkalan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Program 3S tidak hanya menjadi rutinitas harian, tetapi juga merupakan strategi sekolah untuk menanamkan nilai-nilai kesopanan, hormat, dan penghargaan terhadap orang lain yang sejalan dengan budaya Madura seperti "tengka'" (sopan santun), "andhap asor" (rendah hati), dan penghormatan terhadap guru. Program ini diterapkan secara konsisten oleh guru, kepala sekolah, serta seluruh warga sekolah sehingga menciptakan lingkungan yang ramah, komunikatif, dan berkarakter. Integrasi nilai-nilai budaya Madura seperti Bhupa', Bhâbhu', Ghurû, Rato terbukti memperkuat efektivitas program dalam membentuk karakter siswa. Namun demikian, penelitian juga menemukan beberapa hambatan seperti kurangnya konsistensi sebagian siswa dan pengaruh lingkungan luar sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi Program 3S berbasis kearifan lokal mampu menjadi model efektif dalam pembentukan karakter siswa sekolah dasar, khususnya di wilayah dengan kekhasan budaya kuat seperti Madura.
Copyrights © 2025