Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning dan Problem Based Learning terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V SDN 124386 Pematangsiantar. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi experiment jenis Nonequivalent Control Group Design. Sampel terdiri dari dua kelas, masing-masing 24 siswa. Kelas VA menggunakan model Discovery Learning, sedangkan kelas VB menggunakan model Problem Based Learning. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda. Hasil analisis data menggunakan uji-t Independent Sample T-Test menunjukkan bahwa nilai rata-rata post-test kelas VB lebih tinggi (87,29) dibandingkan kelas VA (76,04), dengan nilai signifikansi < 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua model pembelajaran. Kesimpulannya, model Problem Based Learning lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS dibandingkan Discovery Learning.
Copyrights © 2025