Penelitian ini menganalisis pemikiran Harun Nasution tentang teologi Asy'ariyah melalui pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, dengan fokus utama pada buku Teologi Islam: Aliran-aliran, Sejarah, Analisa Perbandingan karya Nasution serta literatur akademik modern yang membahas Asy'ariyah dari perspektif historis, doktrinal, dan epistemologis. Harun Nasution, tokoh sentral dalam pembaruan teologi Islam Indonesia yang dipengaruhi pendidikan di al-Azhar dan McGill University, menerapkan metode historis-kritis dan rasional untuk mengkritik doktrin Asy'ariyah, seperti konsep sifat-sifat Tuhan yang menimbulkan dualitas ontologis ("bukan zat tapi bukan selain zat"), teori kasb yang cenderung fatalistik karena Tuhan menciptakan perbuatan manusia sementara manusia hanya "mengakuisisi" tanggung jawabnya, serta relasi akal-wahyu yang membatasi peran akal sebagai otoritas sekunder di bawah wahyu. Kritik-kritik ini berasal dari orientasi rasionalistiknya yang mirip Mu'tazilah, di mana ia menekankan maksimalisasi akal untuk mengatasi kemunduran intelektual umat Islam akibat teologi dogmatis dan jabariyah ala Asy'ariyah.
Copyrights © 2025