Penelitian ini dilaksanakan karena meningkatnya keterlibatan guru dalam kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) yang berdampak pada bertambahnya beban kerja di luar tugas utama mengajar, sehingga berpotensi memengaruhi kualitas pembelajaran. Studi ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen dengan guru SDN Kelayan Timur 12 yang terlibat langsung dalam pelaksanaan lomba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja guru mengalami peningkatan signifikan akibat tumpang tindih peran sebagai pendidik sekaligus pelaksana teknis kegiatan, yang memicu kelelahan fisik, penurunan fokus, serta perubahan ritme kerja harian. Guru merespons kondisi tersebut melalui kolaborasi antar rekan, pengaturan ulang waktu kerja, dan pembagian tugas nonformal guna menjaga keberlangsungan pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan beban kerja guru perlu diarahkan pada sistem pembagian tugas yang lebih proporsional agar kegiatan pengembangan profesional seperti PORSENI tetap berjalan tanpa mengorbankan mutu pembelajaran dan kesejahteraan guru.
Copyrights © 2025