Background: Wilayah sekitar Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) PT X, Teluk Lerong Samarinda, merupakan kawasan berisiko tinggi terhadap kebakaran karena keberadaan fasilitas penyimpanan dan distribusi bahan bakar yang mudah terbakar. Rendahnya pemahaman masyarakat serta minimnya latihan tanggap darurat meningkatkan potensi kerugian jiwa dan material. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas warga dalam mitigasi kebakaran melalui edukasi dan simulasi. Metode: Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan tentang bahaya kebakaran, prinsip pencegahan, pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dan simulasi evakuasi darurat. Kegiatan melibatkan peserta dari perwakilan ibu-ibu PKK, anak sekolah dasar, perwakilan RT sekitar TBBM dan berlangsung selama satu hari. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 40% (berdasarkan pre-test dan post-test), terbentuknya peta risiko partisipatif yang mengidentifikasi jalur evakuasi dan titik kumpul aman, serta peningkatan keterampilan warga dalam menggunakan APAR dengan tingkat keberhasilan pemadaman awal mencapai 85%. Pada simulasi evakuasi, 90% peserta berhasil mengikuti prosedur dengan benar, meskipun masih ditemukan hambatan pada koordinasi antar RT dan kurangnya alat peringatan dini. Kesimpulan: Edukasi, pemetaan risiko, dan simulasi terbukti efektif meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi kebakaran. Diperlukan penguatan koordinasi antar-RT, pembentukan relawan kebakaran, dan penyediaan fasilitas darurat berkelanjutan dari pemangku kepentingan untuk memperkuat ketahanan komunitas.
Copyrights © 2025