Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Enhancing Safety Culture in the Aviation Sector at East Kalimantan: A Study on Organizational, Group, and Individual Safety Lestari, Ida Ayu Indira Dwika; Hardianti, Dewi Novita; Ramdan, Iwan M; Sultan, Muhammad; Sari, Ika Wulan
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 3 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i3.6141

Abstract

The aviation industry operates in a high-risk environment where safety is paramount. Despite the implementation of Safety Management Systems (SMS), aviation incidents often highlight gaps not in compliance, but in safety culture—how individuals and organizations perceive and prioritize safety. A mature and robust safety culture can significantly reduce accidents and improve operational reliability. This study aims to explore and describe the safety culture profile in the aviation sector, particularly focusing on the maturity of safety practices at the individual, group, and organizational levels. A cross-sectional study was conducted using the Nordic Occupational Safety Climate Questionnaire (NOSACQ-50), a validated instrument to assess safety culture. A total of 183 aviation workers from various operational units participated in the survey. In addition to quantitative analysis, focus group discussions (FGDs) were held with selected management and operational staff to provide contextual insights into survey findings. The results showed that the overall safety culture maturity level among respondents was categorized as proactive, with the highest scores in management commitment (85.0) and safety procedures (85.0). However, relatively lower scores were observed in risk perception (70.5) and work environment (70.0), indicating areas for targeted improvement. These findings suggest that while aviation organizations have made considerable progress in building a strong safety culture, further efforts are needed to enhance risk awareness at the individual level and improve environmental factors influencing safety behaviour. Interventions should emphasize participatory safety practices, continuous communication, and reinforcement of risk-based thinking
Analisis Pengaruh Motivasi, Work-Life Balance, dan Burnout terhadap Perilaku Keselamatan Kerja pada Pekerja Klinik Rissa Medika Kota Bangun Harahap, Karlina Sofyana; Sultan, Muhammad; Ramdan, Iwan M; Lestari, Ida Ayu Indira Dwika
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.21237

Abstract

ABSTRACT Occupational safety in the healthcare sector, particularly in clinical settings, is a critical aspect influenced by various psychosocial factors. This study aims to analyze the influence of work motivation, work-life balance, and burnout on safety behavior among employees at Rissa Medika Clinic, Kota Bangun. A descriptive quantitative method with a cross-sectional design was employed. The sample consisted of the entire clinic workforce (16 individuals), including both medical and non-medical staff. Data were collected using validated questionnaires and analyzed using Fisher’s Exact Test with a significance level of 0.05. The results indicated that all three independent variables were significantly related to safety behavior. Work motivation (p = 0.041) and work-life balance (p = 0.041) had a positive correlation with safety behavior, while burnout (p = 0.036) showed a negative correlation. Employees with high motivation and good work-life balance tended to exhibit better safety behavior, whereas those experiencing high levels of burnout demonstrated poorer safety practices. In conclusion, work motivation, work-life balance, and burnout significantly influence safety behavior. Strengthening these psychosocial factors is essential in fostering a robust safety culture within healthcare facilities. Keywords: Work Motivation, Work-Life Balance, Burnout, Safety Behavior, Clinic.  ABSTRAK Keselamatan kerja di sektor layanan Kesehatan, khususnya di lingkungan klinik merupakan aspek krusial yang dipengaruhi oleh berbagai factor psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja, work-life balance dan burnout terhadap perilaku keselamatan kerja pada pekerja di Klinik Rissa Medika Kota Bangun. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sample dalam penelitian ini adalah total populasi pekerja klinik sebanyak 16 orang, yang terdiri dari medis dan non medis. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan Tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independent memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku keselamatan kerja. Motivasi kerja (p=0,0041) dan work-life balance (p=0,041) menunjukkan hubungna positif terhadap perilaku keselamatan, sedangkan burnout (p=0,036) menunjukkan hubungan negatif. Pekerja dengan motivasi tinggi dan keseimbangan kehidupan kerja yang baik cenderung menunjukkan perilaku keselamatan yang lebih baik, sementara pekerja dengan Tingkat burnout tinggi cenderung menunjukkan perilaku keselamatan yang lebih rendah. Kesimpulan hasil penelitian, motivasi kerja, work-life balance, dan burnout secara signifikan memengaruhi perilaku keselamatan kerja. Penguatan factor-faktor psikososial tersebut penting dilakukan untuk meningkatkan budaya keselamatan kerja di fasilitas pelayanan kesehata. Kata Kunci: Motivasi Kerja, Work-Life Balance, Burnout, Perilaku Keselamatan, Klinik.
Hubungan Beban Kerja Mental terhadap Depresi, Kecemasan, dan Stres di Klinik XX: Studi Kasus di Samarinda Simanjuntak, Evi Paulina; Ramdan, Iwan M; Sultan, Muhammad; Lestari, Ida Ayu Indira Dwika
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.21625

Abstract

ABSTRACT Pratama XX Clinic in Samarinda serves up to 100 patients per day with limited manpower resources, thus potentially causing mental workload and stress. Mental workload occurs because work demands exceed the individual’s mental capacity which can trigger fatigue and emotional reactions. Psychological disorder such as depression, anxiety, and stress often arise as a result of high work pressure. Understand the correlation between mental workload and psychological dimensions such as depression, anxiety and stress. Also understand therelationship between psychological dimensions (depression, anxiety and stress). This study used a quantitative descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 10 XX clinic employees in Samarinda who were selected through total sampling. The instruments used were DASS-21 to measure depression, anxienty, and stress, and simple NASA-TLX to measure mental workload. Data were analyzed descriptively and using the Spearman correlation test because the sample size was small and the data was non-parametric. The correlation between mental workload and anxiety is significant( = 0.642 ; p-value = 0.045), while the correlation with depression (= 0.263 ; p-value = 0.462) and the relationship with stress ( = 0.351 ; p-value = 0.320) are not significant. While the correlation between Depresion and Anxiety is significant ( = 0.664 ; p-value = 0.036), and the correlation between Depression and Stress is also very significant ( = 0.777 ; p-value = 0.008), as well as the correlation between anxiety and stress which is also significant ( = 0.746 p-value = 0.013). From the research results, it was found that mental workload and anxiety have a close relationship, and the three psychological dimensions, namely depresions, anxiety and stress, are interrelated and can strengthen and each other. Keywords: Mental workload, Depression, Anxiety, Stress.  ABSTRAK Klinik Pratama XX di Samarinda melayani hinga 100 pasien per hari dengan sumber daya tenaga kerja yang terbatas, sehingga berpotensi menimbulkan beban kerja mental dan strs yang terbatas, sehingga berpotensi menimbulkan beban kerja mental dan stres pada tenaga kesehatan. Beban kerja mental terjadi karena tuntutan pekerjaan melebihi kapasitas mental individu yang dapat memicu kelelahan dan reaksi emosional. Gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, dan stres sering muncul sebagai dampak dari tekanan kerja yang tinggi. Memahami adanya korelasi antara beban kerja mental dengan dimensi psikologis berupa depresi, kecemasan dan stres. Juga memahami hubungan antara diemensi psikologis (depresi, kecemasan dan stres). Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 10 karyawan klinik XX di Samarinda yang dipilih melalui total sampling. Instrumen yang digunakan adalah NASA-TLX sederhana untuk mengukur beban kerja mental serta DASS-21 untuk mengukur depresi, kecemasan dan stres. Data dianalisis secara deshriptif dan menggunakan uji korelasi Spearman karena jumlah sampel kecil dan data berskala non-parametik. Korelasi antara beban kerja mental dan kecemasan bersifat signifikan ( = 0.642 ; p-value = 0.045), sementara korelasi dengan depresi (= 0.263 ; p-value = 0.462) dan hubungan dengan stres ( = 0.351 ; p-value = 0.320) tidak signifikan. Sementara korelasi antara Depresi dan Kecemasan bersifat signifikan ( = 0.664 ; p-value = 0.036),dan korelasi Depresi dengan Stres juga sangat signifikan ( = 0.777 ; p-value = 0.008), begitu juga dengan korelasi kecemasan dengan stres yang juga signifikan ( = 0.746 p-value = 0.013). Dari hasil penelitian didapatkan beban kerja mental dengan kecemasan memiliki hubungan yang erat, dan ketiga dimensi psikologis yaitu depresi, kecemasan dan stres saling berhubungan dan dapat saling memperkuat. Kata Kunci: Beban Kerja Mental, Depresi, Kecemasan, Stres
Membangun Kesiapsiagaan Masyarakat melalui Simulasi Mitigasi Kebakaran di Sekitar Terminal Bahan Bakar Minyak, Teluk Lerong Samarinda Lestari, Ida Ayu Indira Dwika; Hardianti, Dewi Novita; Ramdan, Iwan M; Sultan, Muhammad; Putri, Anindya Monika; Wardani, Rifdah
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20842

Abstract

Background: Wilayah sekitar Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) PT X, Teluk Lerong Samarinda, merupakan kawasan berisiko tinggi terhadap kebakaran karena keberadaan fasilitas penyimpanan dan distribusi bahan bakar yang mudah terbakar. Rendahnya pemahaman masyarakat serta minimnya latihan tanggap darurat meningkatkan potensi kerugian jiwa dan material. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas warga dalam mitigasi kebakaran melalui edukasi dan simulasi. Metode: Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan tentang bahaya kebakaran, prinsip pencegahan, pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dan simulasi evakuasi darurat. Kegiatan melibatkan peserta dari perwakilan ibu-ibu PKK, anak sekolah dasar, perwakilan RT sekitar TBBM dan berlangsung selama satu hari. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 40% (berdasarkan pre-test dan post-test), terbentuknya peta risiko partisipatif yang mengidentifikasi jalur evakuasi dan titik kumpul aman, serta peningkatan keterampilan warga dalam menggunakan APAR dengan tingkat keberhasilan pemadaman awal mencapai 85%. Pada simulasi evakuasi, 90% peserta berhasil mengikuti prosedur dengan benar, meskipun masih ditemukan hambatan pada koordinasi antar RT dan kurangnya alat peringatan dini. Kesimpulan: Edukasi, pemetaan risiko, dan simulasi terbukti efektif meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi kebakaran. Diperlukan penguatan koordinasi antar-RT, pembentukan relawan kebakaran, dan penyediaan fasilitas darurat berkelanjutan dari pemangku kepentingan untuk memperkuat ketahanan komunitas.