Abstrak. Penelitian ini mengeksplorasi potensi generative design sebagai metode inovatif untuk mentransformasikan Arsitektur Vernakular Tongkonan di Toraja ke dalam konteks arsitektur modern yang adaptif dan berkelanjutan, tanpa mengorbankan nilai-nilai budaya dan filosofisnya. Tongkonan merupakan manifestasi budaya Toraja yang kaya akan kosmologi dan simbolisme, berperan sebagai pusat kehidupan sosial dan ritual. Di tengah tuntutan modernitas, muncul kebutuhan untuk menjembatani kearifan lokal ini dengan efisiensi fungsional dan ekologis kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif yang diperkuat dengan eksperimen desain digital. Pengumpulan data awal dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, dan studi literatur untuk mendalami filosofi (kosmologi) dan simbolisme Tongkonan, termasuk elemen-elemen kunci seperti bentuk atap, struktur panggung, dan orientasi bangunan. Nilai-nilai kualitatif ini kemudian diterjemahkan menjadi sistem generative design menggunakan SketchUp dan plugin pendukung (Ruby Console, Parametric Modeling, dan Sefaira). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemodelan generatif mampu menghasilkan alternatif desain (misalnya Model B) yang mencapai keseimbangan optimal (78% efisiensi energi dan 1.1 m/s sirkulasi udara). Model ini mempertahankan proporsi ruang utama (banua) dan orientasi tradisional, yang terbukti secara performatif meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan termal. Evaluasi kualitatif dengan tokoh adat dan akademisi menegaskan bahwa rancangan yang dihasilkan tetap menghormati wujud dan nilai filosofis Tongkonan sambil mengadopsi fungsionalitas modern. Kesimpulan menunjukkan bahwa generative design berfungsi sebagai medium reflektif yang berhasil menerjemahkan kearifan lokal Tongkonan ke dalam paradigma digital. Transformasi ini membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi alat yang kuat untuk pelestarian budaya dinamis, memungkinkan arsitektur tradisional Indonesia berevolusi secara kontekstual, efisien, dan berpihak pada keberlanjutan.Kata Kunci: Arsitektur Vernakular, Generative Design, Kearifan Lokal, Â Tongkonan Toraja, Transformasi Arsitektur
Copyrights © 2025