Artikel ini mengupas strategi dan taktik perang andalan Sultan Muhammad Al-Fatih saat melakukan penaklukan Konstantinopel di tahun 1453. Dengan menggali berbagai sumber sejarah, penelitian ini berusaha merekonstruksi langkah-langkah genius yang diambil sang Sultan. Hasilnya, terungkap bahwa kunci kemenangan terletak pada paduan sempurna antara siasat tempur dan pendekatan non-militer. Dari sisi militer, Al-Fatih membangun Benteng Rumeli Hisar untuk mengunci kota, menghadirkan meriam raksasa penembus tembok, dan memutar otak dengan taktik memindahkan kapal lewat darat. Sementara di balik layar, ia membangkitkan semangat juang pasukan lewat pendekatan spiritual dan permainan psikologi. Gabungan antara visi kepemimpinan, kecerdikan teknologi, dan kekuatan iman inilah yang akhirnya mewujudkan mimpi umat Islam sekaligus mengantarkan Kesultanan Utsmaniyah pada puncak kejayaannya.
Copyrights © 2025