Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di wilayah terpencil, khususnya di Maluku, telah menunjukkan hasil positif dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Meskipun Kurikulum Merdeka menawarkan fleksibilitas dalam pembelajaran, banyak guru, termasuk guru Bahasa Jerman, mengalami kesulitan dalam perencanaan pembelajaran dan asesmen. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan pelatihan dan pendampingan yang melibatkan pengembangan Modul Ajar dan penggunaan metode pembelajaran inovatif. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru, terutama guru Bahasa Jerman, dalam mendesain, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran mandiri sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman guru tentang capaian pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), dan Tujuan Pembelajaran (TP) yang spesifik. Sebanyak 71,3% guru setuju untuk memperdalam pengetahuan terkait kurikulum, dan 49,3% siap menerapkan ilmu yang didapat. Siswa juga menunjukkan peningkatan kesiapan menghadapi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Teknologi, seperti platform e-learning, berkontribusi pada efektivitas pendidikan. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan dan pendampingan yang tepat dapat meningkatkan kapasitas guru dan mendukung implementasi Kurikulum Merdeka secara efektif.
Copyrights © 2026