Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Vol. 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat

Pengelolaan Sampah Organik Melalui Pemanfaatan Eco Enzyme Sebagai Solusi Ramah Lingkungan di Kelurahan Malasom Jalan Walet Kabupaten Sorong

Natalia Kambuaya (Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong)
Nia Mangkasa (Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong)
Rista Nur Aulia (Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong)
Dahlia Mayalibit (Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong)
Dyah Ayu Laras (Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong)
Siti Aminah A. Baransano (Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong)
Emma Yekwam (Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong)
Dorce Safle (Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong)
Obet Wayuri (Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong)
Lina Kumalasari (Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong)
Febrian Andi Hidayat (Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong)
Lisa Dewi Ramadany (Universitas Pendidikan Indonesia)



Article Info

Publish Date
10 Nov 2023

Abstract

Permasalahan sampah organik masih menjadi isu strategis dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia, termasuk di Kelurahan Malasom, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Rendahnya kesadaran masyarakat dan terbatasnya fasilitas pengolahan menyebabkan sampah organik rumah tangga menumpuk, menghasilkan gas metana, dan berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan warga dalam mengelola sampah organik melalui pembuatan ecoenzyme sebagai solusi ramah lingkungan yang mendukung aksi iklim (climate action). Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga refleksi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 dengan melibatkan delapan perwakilan warga Kelurahan Malasom. Pelatihan dilakukan secara hands-on training, di mana peserta mempraktikkan langsung pembuatan ecoenzyme dari limbah dapur seperti kulit buah dan sayuran. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan komitmen warga terhadap pengelolaan sampah organik dengan rata-rata peningkatan sebesar 75%. Meskipun kegiatan baru sampai pada tahap pembuatan dan belum menghasilkan produk ecoenzyme yang siap digunakan, peserta telah memahami prinsip fermentasi serta potensi pemanfaatannya sebagai pupuk cair organik dan cairan pembersih alami. Selain menumbuhkan kesadaran ekologis, kegiatan ini juga mendorong munculnya komitmen warga untuk berkontribusi dalam pengurangan emisi gas metana di lingkungan rumah tangga. Dengan demikian, program ini efektif sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis eco-literacy empowerment yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 13 tentang Climate Action melalui upaya pengurangan emisi gas metana dan pengelolaan limbah organik berkelanjutan.

Copyrights © 2025