Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengelolaan Sampah Organik Melalui Pemanfaatan Eco Enzyme Sebagai Solusi Ramah Lingkungan di Kelurahan Malasom Jalan Walet Kabupaten Sorong Natalia Kambuaya; Nia Mangkasa; Rista Nur Aulia; Dahlia Mayalibit; Dyah Ayu Laras; Siti Aminah A. Baransano; Emma Yekwam; Dorce Safle; Obet Wayuri; Lina Kumalasari; Febrian Andi Hidayat; Lisa Dewi Ramadany
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/psnpm.v3.281

Abstract

Permasalahan sampah organik masih menjadi isu strategis dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia, termasuk di Kelurahan Malasom, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Rendahnya kesadaran masyarakat dan terbatasnya fasilitas pengolahan menyebabkan sampah organik rumah tangga menumpuk, menghasilkan gas metana, dan berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan warga dalam mengelola sampah organik melalui pembuatan ecoenzyme sebagai solusi ramah lingkungan yang mendukung aksi iklim (climate action). Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga refleksi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 dengan melibatkan delapan perwakilan warga Kelurahan Malasom. Pelatihan dilakukan secara hands-on training, di mana peserta mempraktikkan langsung pembuatan ecoenzyme dari limbah dapur seperti kulit buah dan sayuran. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan komitmen warga terhadap pengelolaan sampah organik dengan rata-rata peningkatan sebesar 75%. Meskipun kegiatan baru sampai pada tahap pembuatan dan belum menghasilkan produk ecoenzyme yang siap digunakan, peserta telah memahami prinsip fermentasi serta potensi pemanfaatannya sebagai pupuk cair organik dan cairan pembersih alami. Selain menumbuhkan kesadaran ekologis, kegiatan ini juga mendorong munculnya komitmen warga untuk berkontribusi dalam pengurangan emisi gas metana di lingkungan rumah tangga. Dengan demikian, program ini efektif sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis eco-literacy empowerment yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 13 tentang Climate Action melalui upaya pengurangan emisi gas metana dan pengelolaan limbah organik berkelanjutan.
Smartphone Sensor-Based Physics Module for Hands-On Learning in Waves and Optics Endra Putra Raharja; Edi Sutomo; Febrian Andi Hidayat; Asih Kasan; Nia Mangkasa
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 3 (2025): March
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i3.10240

Abstract

The limited laboratory equipment in many schools hinders students in conducting physics experiments, so that learning is more theoretical and less supportive of practice-based understanding. This study aims to develop a smartphone sensor-based physics experiment module on wave and optical materials that is valid, practical, and effective, and allows students to conduct experiments flexibly and independently. This research uses the Research and Development (R & D) method with the Borg & Gall model. Validation by media and material experts showed that this module has met the eligibility standards, with a score of 3.67 (73.4%) for media aspects and 3.56 (71.2%) for material aspects. The practicality test showed that this module can be used well in experimental learning, with a score of 3.48 (69.6%) in the “Good” category. Evaluation of effectiveness through comparison of pre-test and post-test showed an increase in learning outcomes with an N-gain of 0.55 (medium category). These results indicate that the integration of smartphone sensors in physics experiments can be an alternative solution for schools with limited laboratory facilities. This module offers a more flexible, accessible and technology-based learning approach. Future research can develop similar modules for other physics materials and evaluate their effectiveness in various learning scenarios.