Jurnal Harmoni Pendidikan
Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Harmoni Pendidikan

Pemikiran Rasyid Ridha dalam Tafsir al-Manār QS. Al-Baqarah 31 dan Relevansinya terhadap Pendidikan Islam Kontemporer

Dewi Setia Rahayu (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
Maragustam Siregar (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
15 Dec 2025

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi modernisasi pendidikan Islam dalam mengahadapi peradaban umat Islam kontemporer.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Sumber data primer adalah Tafsir al-Manār karya Muhammad Rasyid Ridha, sedangkan sumber sekunder berasal dari literatur terkait pemikiran modernisme Islam dan pendidikan Islam. Analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) dengan pendekatan deskriptif-analitis dan filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan Rasyid Ridha bercorak religius–rasional modernis. Berdasarkan QS. Al-Baqarah ayat 31, Rasyid Ridha mrngungkapkan pendidikan Islam dipahami sebagai proses pengembangan akal untuk memahami realitas secara bermakna serta bertujuan membentuk manusia khalifah yang aktif, berdaya saing, dan bertanggung jawab. Kurikulum pendidikan Islam menurut Ridha harus bersifat integratif, menggabungkan ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern, serta menolak fatalisme dan praktik keagamaan yang melemahkan daya ikhtiar. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran Rasyid Ridha memiliki relevansi kuat dengan pendidikan Islam kontemporer, terutama dalam penguatan rasionalitas, integrasi IMTAQ dan IPTEK, serta modernisasi pendidikan Islam tanpa kehilangan identitas keislaman.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jhp

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal Harmoni Pendidikan is an academic journal that publishes research articles, theoretical studies, and critical reflections in the field of education. With an interdisciplinary approach, the journal aims to provide a scholarly platform for educators, researchers, practitioners, and policymakers ...