Penelitian ini bertujuan menafsirkan makna cinta, religiusitas, dan transendensi dalam antologi Ketika Cinta Berbuah Surga karya Habiburrahman El Shirazy dengan menggunakan teori hermeneutik Paul Ricoeur. Antologi ini merepresentasikan perjalanan spiritual manusia yang menjadikan cinta sebagai medium menuju kesadaran ilahi dan penyucian diri. Pendekatan hermeneutik Ricoeur digunakan untuk menafsirkan simbol, bahasa, dan struktur naratif dalam teks melalui tiga tahap utama, yaitu pemahaman (understanding), penafsiran (interpretation), dan apropriasi (appropriation). Hasil analisis menunjukkan cinta tidak hanya bermakna emosional dan interpersonal, tetapi simbol transendensi yang menuntun manusia menuju Tuhan. Tokoh-tokohnya merepresentasikan proses eksistensial yang melibatkan pergulatan batin antara nafsu duniawi dan kerinduan spiritual. Habiburrahman El Shirazy menarasikan cinta sebagai jalan menuju kesempurnaan moral dan spiritual melalui simbol-simbol religius, seperti pengorbanan, doa, dan kesabaran. Penelitian ini menggambarkan bahwa karya sastra religius dapat dianalisis melalui hermeneutik yang menghubungkan estetika, etika, dan iman. Hasil penelitian diharapkan memperkaya kajian sastra Indonesia modern dengan menggunakan teori hermeneutik sebagai sarana pemaknaan mendalam terhadap karya sastra bernuansa relegius.
Copyrights © 2025