Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan stimulasi pemerolehan bahasa pada anak usia 3 tahun yang dibesarkan dalam dua lingkungan berbeda lingkungan kaya bahasa dan lingkungan minim interaksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan dua subjek penelitian, yaitu Arsyi (anak dari lingkungan kaya bahasa) dan Dina (anak dari lingkungan minim interaksi). Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif terhadap aktivitas sehari-hari anak dan interaksi verbal dengan orang tua, wawancara mendalam dengan pengasuh atau orang tua, serta dokumentasi berupa catatan perkembangan anak dan rekaman interaksi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis tematik, melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Arsyi, yang berada dalam lingkungan kaya bahasa, memiliki jumlah kosakata aktif lebih dari 250 kata, struktur kalimat kompleks, serta kemampuan berinteraksi verbal yang aktif dan responsif. Sebaliknya, Dina hanya menguasai kurang dari 100 kata, menggunakan kalimat sederhana, dan menunjukkan keterbatasan dalam komunikasi dua arah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas dan kuantitas interaksi verbal dalam keluarga sangat mempengaruhi pemerolehan bahasa anak usia dini. Lingkungan kaya bahasa mampu merangsang kemampuan linguistik anak secara signifikan, sementara lingkungan minim interaksi berisiko menghambat perkembangan bahasa pada masa golden age.
Copyrights © 2025